My Mister, salah satu Drama Korea dengan genre slice of life ini kerap kali direkomendasikan untuk ditonton oleh kebanyakan orang. Drama yang telah dirilis pada tahun 2018 ini memiliki 16 episode dalam tayangannya.

Dua pemeran utama yang beradu akting dalam seri drama ini adalah Lee Sun-Kyung, bermain sebagai Park Dong Hoon, dan IU, yang bermain sebagai Lee Ji An. Drama ini tidak seperti drama percintaan kebanyakan yang hanya menampilkan sisi romantis dengan bumbu yang membosankan di dalamnya. Lebih dari itu, drama ini sarat akan konflik yang begitu dekat dengan apa yang terjadi di sekeliling kita.

My Mister mengisahkan tentang kehidupan malang Lee Ji An, seorang perempuan yang baru berusia 20 tahun. Di usianya yang masih muda itu, dirinya terus terbebani dengan masa lalu yang kelam dan tragis, yaitu dirinya hidup dalam bayang-bayang hutang besar warisan sang ibunda.

Di lain sisi,  Park Dong Hoon, walau dirinya ditampilkan sebagai pria mapan dalam hal pekerjaan dan finansial, tetapi dibalik keberuntungannya itu, dirinya memendam penderitaan yang cukup berat. Pertama, karena kariernya dalam pekerjaan sama sekali tidak mendapatkan perkembangan dan begitu monoton. Kedua, dirinya bertemu dengan junior semasa kuliahnya dulu (Diperankan oleh Do Jun Yeong) yang ternyata telah menjadi atasannya, padahal semasa kuliah hubungan mereka tidak begitu harmonis.

Foto: Asian Wiki

Di samping tokoh utama, juga ada tokoh kakak dan adik dari Dong Hoon. Dalam cerita, kakak dan adik Dong Hoon sangat mengandalkan Dong Hoon dalam berkehidupan, karena di antara mereka bertiga hanya seorang Dong Hoon saja yang sukses.

Sang kakak yang diperankan oleh Sang Hoon, dikisahkan mengalami kebangkrutan, serta hubungan pernikahannya yang berada di ambang kehancurkan karena kejadian perceraian. Begitupun adiknya, Ki Hoon yang selalu gagal dalam menjalankan pekerjaannya dalam sebuah projek sebagai sutradara. 

Kembali ke Lee Ji An yang mempunyai masa lalu kelam, dirinya memilih untuk menjadi pribadi yang dingin dan acuh terhadap keadaan sekitar. Karena hutang-piutang yang menjerit keluarganya, Lee Ji An harus mencari pekerjaan untuk mampu membayar permasalahannya tersebut. Untuk itulah dirinya sudah tidak peduli lagi dengan pekerjaan yang legal ataupun ilegal, selama itu menghasilkan uang dia pasti akan mengerjakannya.

Suatu hari, Lee Ji An diterima bekerja sebagai karyawati kontemporer di sebuah perusahaan. Di sana dirinya bertemu dengan Park Dong Hoon, manajernya yang selalu mengajak dirinya berinteraksi. Karena keseringan Dong Hoon yang berusaha membuat Lee Ji An terhubung dalam percakapan, Lee Ji An pun menunjukkan sikap tidak bersahabat kepada Dong Hoon, sang manajer. Akhirnya, keinginan untuk menjadi pribadi yang dingin dan beku di lingkungan pekerjaan pun gagal karena manajernya kerap kali mengajaknya melakukan pembicaraan.

Waktu pun berlalu, suatu kejadian Dong Hoon menerima paket salah kirim yang berisikan uang suap. Lee Ji An sendiri mendekati Park Dong Hoon karena terdorong niat jahatnya untuk membuat skenario pemecatan Park Dong Hoon, atas suruhan dari Do Jun Yeong yang telah membuat kesepakatan dengan memberikan janji sejumlah uang, dikarenakan Lee Ji An mengetahui tentang perselingkuhan yang dilakukan Jun Yeong dengan istri Dong Hoon yaitu Kang Yun Hui. Dengan membuat motif pemecatan terhadap Dong Hoon, Jun Yeong, sang pelaku utama tidak hanya mempunyai ambisi untuk membuat Dong Hoon dipecat saja, lebih parah lagi, dirinya juga ingin merebut istri dari Dong Hoon.

Di satu kesempatan Ji An berhasil memasang penyadap di gawai pribadi Dong Hoon, hasil sadapan itu selalu ia kabarkan kepada Jun Yeong untuk mendapatkan imbalan yang selalu dijanjikan kepadanya. Lambat laun, karena setiap harinya Ji An mendengarkan cerita kehidupan Dong Hoon dari hasil sadapannya, dirinya pun mulai tahu bagaimana beban yang melilit hidup dari Dong Hoon, ketulusan hatinya dan semua hal yang orang lain sama sekali tidak ketahui tentang Dong Hoon.

Hal ini malah membuat Ji An merasa empati terhadap sosok Dong Hoon. Semakin lama ia mengawasinya, yang diikuti dengan semakin intensnya pertemuan yang terjalin antara dirinya dengan Dong Hoon, malahan, ketimbang melukai masing-masing, mereka justru saling mengobati dan menyembuhkan kepahitan dan kesengsaraan dalam diri mereka. 

Ji An akhirnya justru mengubah niat jahatnya yang pada awalnya ia ingin membantu Jun Yeong untuk menyingkirkan Dong Hoon, membuat sebuah twist dengan berbalik membantu Dong Hoon agar mendapatkan posisi sebagai direktur di perusahaan mereka bekerja.

Selain itu, Ji An pun juga tergerak untuk menghentikan perselingkuhan yang selama ini dilakukan istri Dong Hoon, ia melakukan itu karena ia terlanjur jatuh hati pada sosok Dong Hoon. Bukan tanpa alasan Ji An melakukannya, ia melakukan hal tersebut dikarenakan dirinya tak ingin melihat Dong Hoon tersakiti ataupun disakiti oleh orang lain. Namun berbeda dengan Lee Ji An yang mempunyai perasaan terhadap Dong Hoon, Dong Hoon tetap menjaga kesetiaannya terhadap sang istri, walau dirinya telah diselingkuhi.

My Mister Menarasikan Cerita yang Realistis

Foto: Asian Wiki

Dibanding cinta kebanyakan orang yang mempunyai rasa ingin memiliki, rasa cinta Ji An terhadap Dong Hoon lebih dikategorikan ke dalam cinta yang bersifat platonis, yang bukan atas dasar nafsu, tetapi lebih ke wujud apresiasi dan terima kasihnya terhadap ketulusan hati yang dimiliki oleh Dong Hoon, sebagai orang yang telah menyelamatkannya serta selalu bersikap baik terhadap diri Ji An. 

Lee Ji An juga memahami bahwa dirinya bukan satu-satunya orang di lingkungan itu yang mengalami penderitaan dan kesakitan. Dia memahami bahwa setiap individu juga mempunyai atau bahkan menyimpan segudang penderitaan yang tidak diketahui orang lain.  

Pada akhirnya, drama ini bukan hanya mengisahkan tentang persoalan beban hidup dari kedua pemeran utama, tetapi lebih dari itu, drama ini menarasikan sebuah cerita tentang mereka yang sulit berdamai dengan masa lalu. Seperti mimpi yang tak mampu dicapai, perjuangan jatuh-bangun seseorang dalam masa-masa sulit, serta menghadapi rasa kesepian dan kesendirian.

Drama ini juga menaruh dengan baik isu-isu sosial yang terbalut di dalam cerita, seperti isu perselingkuhan, peluang kerja yang semakin sempit, kesenjangan sosial yang semakin nampak jelas, konflik dalam rumah tangga, serta kotornya persaingan dunia kerja. Semua isu itu mendapatkan porsi yang pas dalam drama yang begitu realistis ini.

Lewat drama ini, kita akan diberikan sebuah pesan pengingat, bahwa setiap orang memiliki penderitaannya masing-masing. Setiap individu mempunyai kesedihan dan masa lalu yang disimpan sendiri, kita tidak hanya menderita sendirian di dunia ini. Oleh karena itu, kita harus peka dalam melihat sekitar kita, terutama terhadap orang-orang yang mempunyai permasalahan pahit seperti di atas. Karena boleh jadi, seseorang yang tidak menampakan bebannya kepada orang lain, justru malah membutuhkan sekali tempat bersandar untuk mengeluarkan masalah yang dimilikinya. (nns/pik)

Penulis: Nissa Nur Sabilla

Baca juga:  Narasi Alternatif Peristiwa G30S 1965’ melalui Film Senyap dan Jagal

Editor: Pikri Alamsyah

Bagikan:
125