Jakarta, Parmagz – Film-film superhero DC yang sering dianggap terlalu ‘gelap’ oleh penonton, kali ini mengeluarkan superhero yang tampil sebagai cerita menyenangkan. Film Shazam! Walaupun tidak memberikan visual apik layaknya Wonder Woman (2017) dan Aquaman (2018) tapi DC menggarap film ini dengan bumbu menyegarkan bagi penonton. Dikemas sekilas mirip Deadpool yang kid friendly, dialog ceplas-ceplosnya tampil natural serta unsur komedi yang lebih dominan dibandingkan dengan film DC kebanyakan. Shazam bukan karakter yang memiliki keunikan dalam hal kostum ataupun kekuatan. Menjadi karakter superhero dewasa dalam tubuh bocah laki-laki 14 tahun, kepribadian SHAZAM! tampil dengan unik dan kocak. Didukung oleh Asher Angel yang epic berperan sebagai Billy Batson. Ia mengangkat kisah dramatis nan emosional, sedangkan Zachary Levi mengangkat dari sisi komedinya.


Suatu hari Billy bertemu dengan Wizard Shazam – Dewan Penyihir Terakhir (Djimon Hounsou) yang sudah sangat lama mencari calon penggantinya dengan syarat berhati murni dan berjiwa kuat untuk menjadi pewaris kekuatannya.  Merasa Billy ialah seseorang yang tepat, kemudian dia memberikan bocah itu kekuatan untuk menjadi superhero Shazam (Zachary Levi). Dalam film itu, Billy harus berhadapan dengan Dr. Thaddeus Sivana (Mark Strong) yang juga waktu kecil pernah mendapatkan ‘pengalaman mistis’ dengan Wizard Shazam. Tetapi, dirinya dirasa belum layak sebab gagal menjalankan test yang diajukan oleh sang penyihir. Terobsesi dengan ‘pengalaman mistis’ tersebut, Dr. Thaddeus sampai pada pembuatan proyek pengumpulan data orang-orang yang juga pernah merasakan ‘pengalaman mistis’ tersebut. Sampai pada akhirnya, Dr. Thaddeus berhasil membuka ‘kode mistis’ untuk dapat masuk ke dalam dunia pengalaman mistis yang pernah dialaminya masa kecil dahulu. Bukan kekuatan dari sang penyihir yang dia cari, tapi Dr. Thaddeus justru melepaskan monster Seven Deadly Sins (Pride, Envy, Greed, Anger, Sloth, Gluttony, dan Lust) yang masuk kedalam jiwanya melalui ‘the eye’.

Film yang rilis pada 5 April 2019 di Indonesia ini tidak seperti karakter Batman yang meratapi kepedihannya, Superman yang binggung dengan setiap pengambil keputusannya, ataupun Aquaman yang harus membereskan takhta di relung Atlantis untuk menasbihkan dirinya sebagai penguasa laut. Lewat perannya, Shazam berhasil menyampaikan pesannya sebagai superhero anti-mainstream. Dia bisa menunjukkan bahwa pahlawan sebenarnya adalah yang siap bertarung kapanpun demi kebaikan banyak orang, terlebih keluarganya. Alur film ini jelas memiliki perhatian lebih kepada lika-liku perjalanan Billy sebagai anak asuh yang menganggap dirinya tidak membutuhkan keluarga angkat. Billy yang terus berpetualang mencari ibunya yang berpisah waktu kecil ini harus menerima kenyataan pahit peristiwa tersebut disaat akhirnya dia bertemu dengan ibunya kembali.

Oh iya, Shazam yang menjadi kata kunci Billy Batson untuk berubah menjadi seorang superhero dewasa bukanlah sekedar kata tanpa makna. Keenam huruf dalam kata Shazam mewakili dewa-dewa yakni kebijaksanaan Solomon, tenaga Hercules, stamina Atlas, keuatan Zeus, keberanian Achilles, kecepatan Mercury. Sebagai manusia yang mewarisi kekuatan para dewa melalui sihirnya ini, Shazam memiliki beberapa kemampuan yang “mirip” Superman. Dia kuat, kebal, berlari cepat, menembakkan listrik, dan yang terakhir, dia bisa terbang.

Jika kita perhatikan lebih dalam, Shazam! menjadi film pertama milik DC yang mengandung unsur komedi secara menyeluruh. Walaupun Aquaman juga dibuat dengan tone yang ringan, tapi kali ini DC benar-benar menampilan jokes di sepanjang cerita. Yang membedakan Shazam! dengan film superhero DC lainnya adalah, hadirnya unsur keluarga yang sangat kental di film ini.

Karakter Billy ditampilkan sangat terobsesi mencari tahu keberadaan ibunya. Akan ada banyak momen yang membuat kita berpikir sejenak untuk merenungkan arti sebuah keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu ada momen pamungkas yang menjadikan Billy sadar akan keberadaan orang-orang yang selalu mendukung dan menyayanginya. Pokoknya film ini benar-benar penuh dengan pesan moral yang jarang sekali ditemukan pada fim superhero pada umumnya.

https://www.polygon.com/2019/4/8/18295827/shazam-family-captain-marvel-dc-comics

Film yang disutradarai oleh sutradara film-film genre horror seperti Lights Out (2016), Annabelle: Creation (2017) yakni David F. Sandberg ini mampu meraih  keuntungan bersih kurang lebih 361 juta dollar USA dari kisaran budget pembuatan film sebesar 100 juta dollar USA ini.

 

Penulis: Deya Cahya Dwi Putri

Editor: Nurma Komala

 

Bagikan:
47