Jakarta, Parmagz – Siapa sih yang gak tau Netflix? Salah satu penyedia layanan media streaming digital yang berbasis di Los Gatos, California ini emang sering banget memproduksi tontonan yang berkualitas dari berbagai genre. Nah, tanggal 11 Januari lalu mereka baru aja merilis serial TV dengan judul yang cukup provokatif yakni Sex Education. Serial TV yang berjumlah 8 episode ini menampilkan kisah remaja dengan segala lika-liku permasalahannya, mulai dari persahabatan, percintaan, keluarga, dan pengalaman seks yang berbeda-beda dari setiap karakternya. Karena film ini tidak menjadikan ranah seksual sebagai bahan jualan yang murahan, namun ada nilai yang ingin diperjuangkan dan disampaikan dari film ini.

Sex Education bercerita tentang Otis (Asa Buterfield), remaja 16 tahun yang tidak begitu tertarik dengan sex seperti remaja seumurannya. Tetapi ia memiliki pengetahuan yang cukup banyak tentang seksual, dikarenakan ibunya (Gillian Anderson) merupakan seorang terapis yang menangani orang-orang yang memiliki problematika seks. Otis mempunyai teman cewek, Maeve (Emma Macky) yang memprospeknya membuat sebuah klinik seks berbayar untuk membantu teman-teman di sekolahnya yang mempunyai segala macam masalah seksual.

Saat pertama kali menonton episode 1 Sex Education, kamu akan melihat adengan ranjang yang sangat eksplisit. Awalnya series ini memberikan kesan pada penontonnya seperti menonton film American Pie (1999)Tetapi setelah menonton lebih lama, Sex Education malah jauh dari elemen-elemen film-film drama komedi sex pada umumnya. Karakter yang tidak klise dan tidak selalu memperlihatkan siapa yang paling jago ataupun terkenal di sekolah tersebut.

Series ini mengambarkan karakter-karakter tokohnya secara seimbang alias tidak ada karakter yang benar-benar jahat atau baik di sini. Elemen perundungan tetap masih ada karena mereka mengusung latar anak sekolahan, tetapi karakter-karakter yang ada berhasil membuat para penonton memiliki sudut pandang yang berbeda dari penulisan skrip yang dinamis pada setiap karakternya.

Misalnya karakter Adam Groff (Connor Swindells), anak dari kepala sekolah Moordire Secondary School yang kerjaannya marundung siswa-siswa di sana terutama Eric Effoing (Ncuti Gatwa). Namun, seiring berjalannya cerita, terjawab mengapa karakter Adam bisa jadi perundung. Hal ini disebabkan karena saat di rumah, Adam selalu dituntut oleh ayahnya yang juga kepala sekolah itu. Ayah Adam, Mr.Groof (Alistair Petrie), tidak jarang juga menyerang Adam secara verbal. Perkembangan karakter Adam pun cukup mengejutkan dan tidak tertebak di akhir season 1 ini.

Asa Butterfield sangat epik memerankan tokoh Otis yang canggung dan cupu sebagai peran utama di series ini. Pengetahuannya yang luas khususnya tentang problematika sex, karakternya yang baik hati dan sikap bijaknya membuat dirinya terlihat keren apa adanya. Dalam sebuah wawancara, Asa mengatakan bahwa dalam menciptakan karakter Otis, dia dibantu oleh ibunya yang memang seorang psikolog di dunia nyata. Dan ketika menanggapi soal beberapa adegan masturbasi Otis, Asa mengatakan bahwa saat pengambilan gambar tersebut ia merasa sangat aneh karena harus berpura-pura masturbasi di depan orang banyak. Apalagi hanya satu dari tiga pengambilan adegan masturbasinya yang berhasil menurut sutradara.

Sumber: IMDb Official

Selain Otis, ada karakter Maeve Wiley yang diperankan oleh aktris yang banyak dikira masih berhubungan darah dengan Margot Robbie, Emma Macky. Maeve ialah remaja berpenampilan berandal yang dicap sebagai the cock-biter karena rumor yang dihembuskan oleh teman-temannya. Lagi-lagi film ini menampilkan karakter yang berbeda, Maeve tampil dengan karakter yang cerdas. Bahkan esai yang dia buat atas permintaan Adam, menang kontes penulisan di sekolah. Maeve yang punya latar belakang keluarga broken-home, ayahnya yang pergi meninggalkan keluarga mereka dan ibunya dipenjara karena menjual obat-obatan terlarang membuat dia menjadi sosok perempuan feminis yang independen.

Setiap permasalahan masing-masing karakter pada serial Sex Education ini selalu mengangkat isu kekinian dan relevan tentang bagaimana remaja mencari jati dirinya terutama Eric (Ncuti Gatwa). Eric merupakan sahabat Otis yang berani mengakui dirinya sebagai seorang gay kepada ayanya sendiri. Walaupun awalnya cukup berat untuk ayahnya, tapi keberanian Eric dengan menjadi dirinya sendiri membuat Ayahnya bisa menerimanya, “Maybe I am learning from my brave son.”

Secara keseluruhan, serial ini mempunyai unsur komedi hingga drama yang dinamis dan menarik. Secara berturut-turut di 8 episode, series TV ini memiliki konflik dan cara penyelesaian yang lugas, tegas, dan straight to the point. Serial Sex Education bisa jadi pilihan untuk kamu tonton di akhir pekan ini, karena menceritakan tentang bagaimana pandangan kita terhadap lingkungan anak-anak remaja zaman sekarang. Tentang remaja yang mencari jati diri, pendidikan, hobi, bahkan sampai orientasi seksual dan masalah kejiwaan atau depresi.

Serial TV ini mendapat rating 8.4/10 di (IMDb) dan persentasi 91% oleh Tomatometer. Buat yang belum nonton serial ini, buruan nonton, karena Netflix udah ngumumin bakal segera ada Season 2 dari Sex Education, yang akan dirilis awal tahun depan. So, who’s excited? (dey/nur)

 

Penulis: Deya Cahya Dwi Putri

Editor: Nurma Syelin Komala

Bagikan:
142