shattered glass

Sutradara                     : Billy Ray

Produser                      : Craig Baumgarten, Tove Christensen, Gaye Hirsch dam Adam Merims

Penulis                         : Billy Ray

Pemeran                      : Hayden Christensen, Peter Sarsgaard, Chloë Sevigny, Hank Azaria, Melanie Lynskey dan Steve Zahn

Tanggal Rilis               : 10 Agustus 2003

Durasi                          : 94 Menit

Bahasa                         : Bahasa Inggris

Shattered Glass adalah sebuah film bertema jurnalistik, yang diangkat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada majalah New Republic. New Republic adalah salah satu koran terkenal di New York yang selalu membahas tentang politik. Film ini menitikberatkan pada masalah yang terjadi pada koran tersebut pada tahun 1998. Pada saat itu, mereka mempunyai 15 orang jurnalis muda, yang rata-rata berumur 26 tahun.

Film ini menceritakan tentang salah satu jurnalis New Republic, yaitu Stephen Glass. Dalam fim ini Glass adalah seseorang jurnalis yang cerdas, yang tulisannya selalu menarik pembaca, walaupun gajinya menjadi seorang jurnalis sangat kecil, Glass menyukai pekerjaannya karena ia membayangkan tulisannya dibaca orang-orang terkenal seperti Presiden.

Di awal film, Glass menceritakan bahwa banyak wartawan yang suka membual dan membuat dirinya tampak hebat dari yang sebenarnya. Menurut Glass, banyak wartawan yang menganggap cerita politik selalu menjadi berita yang mengesankan, namun Glass berpendapat cerita yang mengesankan adalah orang-orang yang kita temui, tingkah laku mereka, kekurangan mereka yang membuat mereka lucu, yang membuat mereka terlihat manusiawi. Bagi Glass, jurnalisme adalah seni memahami tingkah laku manusia. Untuk menjadi seorang jurnalis, kita harus tahu untuk siapa kita menulis, dan juga kita harus mengetahui apa kelebihan kita, seorang penulis harus menjadi pembaca untuk tulisannya sendiri, dengan begitu pembaca akan merasakan seolah seakan tulisan itu adalah tentang dirinya.

Stephen Glass digambarkan sebagai seorang yang imajinatif dan menyenangkan. Dia menulis sebuah artikel tentang partisipasnya di sebuah rapat Partai Republik, lalu suatu saat sang editor Michael Kelly, menemukan ada beberapa fakta yang tidak sesuai pada artikel tersebut. Namun Glass mengklaim bahwa dirinya keliru dalam melaporkan apa yang terjadi. Hal ini membuat Kelly menganggap masalah tersebut bukan masalah yang serius, karena Glass mengatakan fakta lain dalam artikelnya kuat.

Suatu hari, Marty Peretz bos New Republic yang pemarah, memerintahkan para staff untuk menyunting artikel mereka yang bermasalah dengan EYD, yaitu dengan melingkari setiap tanda koma (,) yang salah. Kelly merasa tidak setuju dengan perlakuan Marty, karena menganggap terbitannya penuh dengan kesalahan. Kelly mendebat Marty untuk melindungi para staffnya dan hal tersebut berujung pada pengunduran diri Kelly dari New Republic.

Setelah pengunduran diri Kelly dari New Republic, pada malamnya Charles Lane mendapat telepon dari Marty. Marty ingin mengangkat Lane menjadi editor yang baru, untuk menggantikan posisi Kelly yang mengundurkan diri. Mendengar kabar tersebut, para staff lain merasa kecewa, mereka menganggap Lane adalah orang yang kaku dalam humor, mereka juga kurang menykainya karena Lane sangat mendukung foto untuk publikasi, selain itu karena mereka juga telah nyaman dengan Kelly, karena Kelly adalah sosok editor yang melindungi penulisnya.

Dalam suatu rapat, Glass menceritakan tulisan terbarunya mengani Restil, seorang hacker yang berhasil membobol sistem keamanan sebuah perusahaan software besar. Glass menceritakan dirinya hadir dalam acara tersebut, dia menceritakan bagaimana Restil meminta imbalan terhadap perusahaan tersebut. Glass juga menceritakan bagaimana dirinya hadir pada sebuah rapat hacker nasional tersebut.

Artikel tersebut akhirnya diterbitkan, namun seorang penulis dari majalah Forbes, Adam Penenberg, menemukan bahwa banyak sekali fakta yang tidak sesuai dan janggal pada tulisan tersebut. Andy Fox yang juga teman sekantor Adam, ikut membantu dalam membuktikan fakta-fakta pada artikel tersebut. Memang benar yang mereka temukan, ternyata artikel Glass mengani hacker tersebut sama sekali tidak terjadi dan benar.

Lane yang mendapat laporan dari Forbes, merasa bingung dengan kebenaran tulisan Glass. Lane mencoba membuktikan apakah fakta yang Glass tulis adalah benar, namun dalam proses pembuktiannya, Glass sering sekali memutarbalikkan fakta. Bahkan Glass yang terlihat panik mencoba mencari pembelaan dari teman-temannya, sehingga hal tersebut membuat Lane menjadi terpojok, karena pada awalnya para staff tidak menyukainya.

Lane tetap melanjutkan pencarian untuk membuktikan kebenaran tulisan Glass, dan ternyata orang-orang yang dimaksud Glass, adalah hasil karangannya sendiri, begitupun waktu dan tempat yang ia tulis dalam artikelnya, sama sekali tidak benar ada dan terjadi.  Lane yang ingin memecat Glass karena kebohongannya, mendapat tekanan dari para bawahannya, dikarenakan Glass banyak disukai rekan-rekannya. Marty meminta agar Lane tidak memecat Glass, hal tersebut demi kepentingan politik majalah, dikarenakan jika Glass dipecat oleh Lane, kemungkinan staff lain akan ikut mengundurkan diri.

Lane yang merasa kesal dengan dirinya, mencoba meneliti kebenaran-kebenaran karya Glass sebelumnya. Lane menemukan bahwa semua tulisan Glass ternyata adalah hasil karangan, dan fakta-faktanya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Lane merasa tidak dapat membiarkan masalah tersebut, dia melihat masalah ini akan membuat nama New Republic jatuh, dan juga mengalami penutupan.

Lane mencoba meyakinkan staff lainnya, bahwa dirinya akan tetap memecat Glass. Para staff tidak menyukai keputusan Lane, karena mereka menganggap Lane egois terhadap Glass. Lane tetap mempertahankan keputusannya, ia memberitahu bahwa semua tulisan Glass adalah karangan, dan akan berakibat fatal pada masa depan perusahaan. Para staff akhirnya mengerti mengenai keputusan Lane, mereka mendukung pemecatan Glass, dan juga menandatangani surat permintaan maaf kepada pembaca.

Film ini membuktikan, bahwa jangan sekali-kali seorang jurnalis memalsukan fakta. Namun penulis juga kagum terhadap Glass karena ia mampu menangkap segala hal di sekitarnya menjadi sebuah hal yang sangat menarik. Glass menempatkan dirinya menjadi terlibat dan bercerita pada semua tulisannya.

Seorang jurnalis harus selalu mengedepankan kebenaran, karena tulisan mereka akan memengaruhi para pembacanya. Shattered Glass memberikan pandangan pada kita bahwa orang cerdas tidak memperlihatkan dirinya cerdas, dan orang bodoh akan memperlihatkan dirinya pintar. Glass berhasil membohongi rekan-rekannya bahwa dirinya hebat.

Stephen Glass, sekarang aktif sebagai penulis novel, dan bahkan sering menjadi pembicara dibeberapa acara tentang menulis. Dia juga membuat buku, yang menceritakan bagaimana dia mengarang sebuah berita, saat bekerja di New Republic, dari bukunya tersebut dibuatlah film yang menceritakan mengenai masa lalunya. (sha)

Bagikan:
341