Sudah lebih dari 3 minggu kampus diliburkan karena adanya virus corona. Hampir semua instansi menerapkan work from home, kuliah pun from home. Sayangnya apa yang saya rasakan dalam perkuliahan from home ini justru malah membuat saya pusing kepala. Pada minggu awal kuliah di rumah diisi dengan dosen yang memberikan tugas kepada mahasiswa.

Saya rasa perkulihan yang seperti ini tidak dapat saya terima dengan baik. Terlebih lagi pada dosen yang memberikan tugas berupa tugas kelompok. Alih-alih membuat mudah tugas kelompok karena tugasnya dapat dibagi bagi justru malah membuat saya angkat tangan tanpa adanya koordinasi.

Sejujurnya tugas kelompok ini justru malah memberatkan pada kondisi yang seperti ini, bagaimana kita dapat mengerjakan tugas kelompok apabila anggota kelompok itu sendiri slow respon atau bahkan tidak peduli dengan tugas tersebut. Maka tugas kelompok ini berujung pada saling mengandalkan.

Mau tidak mau yang merasa membutuhkan nilai yang mengerjakannya. Saya sangat menyayangkan kepada para pengajar apabila memberikan tugas kelompok kepada mahasiswanya karena sulitnya untuk berkoordinasi dan kurang bermanfaat menurut saya.

Selain itu kuliah praktek pun tetap berjalan dan bahkan organisasi tetap berjalan dari rumah. Maka dari itu sebenarnya tugas tersebut semakin menyulitkan mobilitas dalam bekerja, karena hanya terpaku pada tugas tersebut.

Hal ini justru membuat sulit meorganisir waktu yang ada, karena deadline yang bersamaan kadang membuat kita terjaga semalaman untuk mengerjakan semuanya. Namun kewajiban yang telah diambil harus tetap dilaksanakan.

Di lain sisi saya lebih menyukai kuliah melalui Zoom dibandingkan diberikan tugas. Walaupun terbatas jarak, ilmu yang didapatkan juga lebih berarti dibanding hanya memberikan tugas saja. Hal baik-nya dengan perkuliahan Zoom hanya memakan waktu sesuai perkuliahan biasa, sedangkan tugas membutuhkan waktu lebih dari 1 hari untuk mengerjakannya secara optimal.

Sayangnya banyak mahasiswa yang menyayangkan perkuliahan yang dilaksanakan memlaui Zoom cukup menguras kuota internet. Mereka mengeluhkan bahwa ilmu tidak didapat, kuota terkuras banyak.

Sisi baiknya kuliah di rumah, kita dapat menghabiskan waktu dengan keluarga. Namun sayang sekali di luar sana banyak orang yang tidak bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sebenarnya sangat disayangkan bila waktu yang telah dilonggarkan ini di sia-siakan begitu saja dengan hanya bersantai-santai di rumah tanpa melakukan hal lain. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan seperti memasak, berkebun atau bahkan membaca buku. Produktivitas tersebut tetap dibutuhkan walaupun dalam kondisi yang seperti ini.

Sulitnya menjaga produktivitas selama masa karantina ini mengurangi kebergunaan kita di masyarakat. Padahal seharusnya dengan hal baik yang kita lakukan di rumah kita dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap orang lain. Banyak orang yang mengeluh stress karena tidak dapat bepergian. hal ini harusnya membuka mata kita bahwa produktivitas itu penting mencegah stress.

Tidak perlu melakukan hal berat seperti memikirkan masa depan negeri ini. Produktivitas dapat dimulai dengan mengerjakan tugas tepat waktu dan peduli pada kewajiban yang dimiliki. Akan lebih baik bila kita dapat mengekplorasi sesuatu yang belum pernah kita ketahui. Membaca buku bisa menjadi pilihan atau mungkin membuat sesuatu yang baru.  Melukis juga kegiatan yang menyenangkan mungkin saja kamu sudah menjadi Van Gogh saat karantina ini selesai. Atau bahkan kita dapat membantu orang lain dari rumah.

Banyak orang yang menjual jasanya seperti fontcreator berbagi dengan menjual font yang telah dibuat kemudian hasil penjualan didonasikan kepada yang membutuhkan. Banyak orang yang membutuhkan kita saat ini. Waktu ini banyak loh, tidak ada salahnya kita mencoba menggali potensi diri dibanding hanya diam dirumah dan menonton televisi.

Bagikan:
293