Jakarta, Parmagz – Pada Jumat kemarin (15/03) telah  terjadi penembakan brutal di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood, Christchruch, Selandia Baru. Penembakan terjadi pada pukul 13.40 waktu lokal, ketika sedang berlangsungnya ibadah salat Jumat.

Penembakan yang jelas merupakan aksi teror ini dilakukan oleh Brenton Harrison Tarrant, pria berusia 28 tahun yang berasal dari Grafton New South Wales, Australia. Menurut saksi yang berada di dalam lokasi kejadian, Tarrant melakukan aksi ini ketika khutbah sedang berlangsung. Selepas itu para jamaah berhamburan keluaran berusaha menyelamatkan diri. Korban teror yang awalnya berjumlah 49 orang ini bertambah menjadi 50 orang. Di antaranya 49 korban meninggal di Masjid Linwood Avenue dan penemuan 1 korban lagi di Masjid Al Noor. Sementara 48 orang terluka dan 20 orang diantaranya masih kritis.

10 menit sebelum aksi teror ini terjadi, Tarrant mengirimkan sebuah surel kepada pemerintah Selandia Baru. Seperti dilansir dari CNN pada Sabtu (16/03), Andrew Cambell sebagai Kepala Sekretaris Pers Negara, telah memverifikasi terkait email tersebut yang berisi penjelasan motif di balik serangan yang dilakukan Tarrant untuk meluncurkan aksi teror. Pihak berwenang Selandia baru menemukan 87 lembar manifesto dalam email tersebut yang berisikan hal-hal kebencian, seperti pesan dan ide anti-imigran dan anti-muslim, yang ternyata sebelumnya juga sempat disebarkan di media sosial oleh pelaku.

Peristiwa Jumat kelabu ini dikecam oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, ia dengan tegas menyebut peristiwa ini sebagai ‘serangan teroris’. Ardern juga mengatakan bahwa peristiwa tersebut salah satu hari terkelam untuk Selandia Baru.

 

Siaran Langsung Selama Aksi Teror Terjadi

Selama aksi penembakan berlangsung, Tarrant yang meletakan perangkat kamera GoPro di kepalanya menyiarkan langsung aksi brutalnya lewat aplikasi yang sering digunakan untuk olahraga ekstrem bernama LIVE4 yang dapat terkoneksi dengan media sosial Facebook.  Diketahui lewat video yang sempat viral tersebut, Tarrant yang keluar dari mobil lalu mengambil senjata dari bagasi dan berjalan kearah dalam masjid sambil melepaskan tembakan pertama.

Baca juga:  Greta Thunberg, Aktivis Lingkungan 16 Tahun Kecam Para Pemimpin Dunia

Dalam siaran langsung selama 17 menit ini, Kementerian Dalam Negeri Selandia Baru mengatakan seseorang yang menyebarkan video serangan aksi teror ini akan berisiko melanggar hukum.  Facebook sendiri dalam upaya agar video brutal ini tidak menyebar sudah melakukan penghapusan serta pemblokiran. Seperti cuitan Facebook dalam Twitter @fbnewsroom,  “Dalam 24 jam pertama kami sudah menghapus 1,5 juta video serangan secara global, di mana lebih dari 1,2 juta sudah diblokir saat diunggah.”

 

Ada Warga Indonesia yang Menjadi Korban

Diketahui terdapat tujuh Warga Negara Indonesia yang berada dalam wilayah dua masjid di Christchurch tersebut ketika penembakan berlangsung. Empat orang dilaporkan selamat, dua orang terluka yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit, dan satu orang meninggal dunia atas nama Lilik Abdul Hamid yang sebelumnya dinyatakan hilang telah dipastikan tewas oleh pengurus Masjid Al Noor, Christchurch.

Lewat press release Kementerian Luar Negeri Indonesia, diketahui 2 orang dalam perawatan di Christchurch Public Hospital bernama Zulfirman Syah beserta anaknya yang saat ini sudah dalam kondisi stabil.  Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi lewat beberapa cuitannya di twitter @Menlu_RI menyampaikan duka cita terhadap keluarga Hamid dan mengutuk aksi teror di dua masjid Christchurch, Selandia Baru tersebut. (fik/nur)

 

Reporter: Fikri Alamsyah
Editor: Nurma Syelin Komala

Bagikan:
129