Jakarta, Parmagz – Di tengah pandemi wabah COVID-19 yang melanda di seluruh dunia. Pada hari Selasa (4/8) sore telah terjadi ledakan di ibu kota Lebanon, Beirut yang menyebabkan 78 orang dinyatakan meninggal dan lebih dari 4000 ribu orang luka-luka. Ledakan ini mengakibatkan gedung-gedung di sebagian kota Beirut mengalami kerusakan.

Dikonfirmasi Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, “Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (Inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit dan sudah kembali ke apartmennya di Beirut,” kata Faizasyah seperti yang dilansir Suara.com

Berdasarkan investigasi yang dilaporkan Kepala Keamanan Abbas Ibrahim, ledakan yang berlokasi di area pelabuhan kota tersebut berasal dari sebuah gudang yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat. Bahan kimia tersebut disimpan enam tahun di pelabuhan Beirut. Dari bahan tersebutlah yang menyebabkan ledakan besar di Beirut.

Akibat dari ledakan tersebut Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab menetapkan Rabu (5/8)- Jumat (7/8) sebagai Hari Berkabung Nasional. PM Lebanon berharap negara-negara lain untuk memberi bantuan memulihkan negaranya.

Tak selang lama setelah peristiwa tersebut tagar atau hastag #PrayForLebanon menggema di jagat media sosial terutama di media sosial Twitter

Redaksi Parmagz turut berduka cita terhadap bencana yang terjadi Lebanon.

Reporter: Muhammad Farikhin

Editor: Pikri Alamsyah

Bagikan:
Baca juga:  PGI Surati Jokowi, Gereja Duga Pendeta Ditembak TNI
102