Foto : Stand Curhat Gratis

Foto : Stand Curhat Gratis

Jakarta, Parmagz – Perasaan galau seringkali menjadi suatu masalah yang dapat merusak mood dan mempengaruhi kinerja seseorang, terutama pada remaja. Banyak orang yang tidak tahu bahwa kegalauan yang muncul bersamaan dengan rasa gelisah, bingung, dan cemas dapat berpotensi merusak kesehatan jiwa. Terkadang orang lebih senang menyimpan kegalauan itu seorang diri dan membiarkan rasa galau itu berakar hingga merusak kondisi mental dan emosionalnya.

Memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-50, Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan membuka stand-stand layanan konseling di lapangan Monumen Nasional sisi barat dan barat daya sejak Jumat (14/11/2014) sampai dengan Minggu (16/11/2014). Stand-stand itu disediakan bagi para pengunjung yang ingin berkonsultasi tentang kegalauan dan kesehatan jiwa mereka. Pengunjung akan dilayani oleh para psikolog dan psikiater yang siap memberikan solusi kesehatan. Pemeriksaan dilakukan dengan mengisi kuisioner terlebih dahulu dan pengunjung dipersilakan masuk ke dalam mobil  konsultasi. Di dalam mobil tersebut, pengunjung bisa menceritakan segala permasalahannya secara pribadi. Setelah sang psikiater mengetahui diagnosa pasiennya, ia pun akan melakukan psikoterapi. Jika masalah pasien terbilang berat, sang psikiater akan menyarankan pasien untuk mengecek kesehatannya ke rumah sakit jiwa untuk diberi obat-obatan. Salah satu psikiater pun mengatakan bahwa ada beberapa pasien yang didiagnosa memiliki gangguan kesehatan jiwa yang cukup berat.

Selain pemeriksaan kesehatan jiwa, para pengunjung pun dapat melakukan konseling dan tes untuk HIV/AIDS, NAPZA, rokok, dan alkohol. Ada pula standstand yang disediakan untuk mengecek gula darah, kesehatan mata, pemeriksaan gigi, konsultasi gizi, kesehatan ibu hamil, deteksi kanker payudara, hingga donor darah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Untung Suseno Sutarjo, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis dan deteksi dini ini merupakan kegiatan Aksi Pengabdian Masyarakat. Kegiatan ini pun merupakan upaya preventif dan promotif yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan untuk mencegah peningkatan gangguan kejiwaan di Indonesia. (laili/dy)

Bagikan:
271