Jakarta, Parmagz—Gunung Merapi dan Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Jum’at (10/04) lalu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta menjaga jarak bahaya dalam radius 3 km dari puncak gunung.

Menurut data dari PVMBG, Gunung Merapi mengalami erupsi pada pukul 09.10 WIB dalam durasi 103 detik dengan amplitudo yang tercatat di seismogram 75 mm. Ketinggian kolom erupsi teramati ±3.000 meter di atas permukaan laut. Teramati erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

Potensi ancaman bahaya Merapi saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Masih menurut data PVMBG, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 22.35 WIB dalam durasi 2284 detik dengan amplitudo maksimum 40 mm. Ketinggian kolom erupsi teramati ±500 meter di atas permukaan laut. Teramati erupsi berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara.

Dari pantauan CCTV milik PVMBG, hingga pukul 03.20 WIB masih terlihat lava pijar dari kawah Gunung Anak Krakatau. Kamera ini dipasang di bawah kawah anak Krakatau, atau sekitar 40 kilometer dari pos pemantauan.

Sementara itu, di Jakarta pada Sabtu (11/4) dini hari tadi, Kumparan melansir bahwa terdengar suara dentuman hingga menyebabkan getaran pada kaca. Namun hingga kini suara dan getaran tersebut masih belum terkonfirmasi apakah akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

 

Bagikan:
309