Jakarta, Parmagz— Dua pemuda Papua yang tengah melakukan kegiatan mencari ikan di sungai Mile 34, area PT Freeport Indonesia ditembak oleh anggota TNI karena dianggap bagian dari pejuang kemerdekaan Papua, Senin (13/4/2020) petang.

Dilansir dari Suarapapua, pihak keluarga menerangkan, Eden Armando bebari (19) dan Roni Wandik (23) keluar dari rumah sekitar jam 08.00 pagi dengan tujuan untuk molo ikan (mencari ikan) di MP 34 Areal PT Freeport Kuala Kencana. Dari rumah, keduanya membawa peralatan untuk molo ikan seperti tombak dan panah dalam mencari buruannya dengan cara menyelam. Sejak keduanya pergi, hingga malam hari belum juga kembali.

Keluarga serta kerabat dari kedua anak ini mencari ke tempat tujuan mereka pergi. Sesampainya di sana hanya ditemui motor yang dikendarai keduanya.

Pada malam hari sekitar pukul 23.30 WIT, beredar informasi bahwa apparat telah menembak mati  2 anggota TPNPB (Tentara Pemebebasan Nasional Papua Barat) OPM (Organisasi Papua Merdeka). Di waktu yang sama beredar pula informasi bahwa Satgas Pamtas Mobile Gab YR 712 dan YR 900 tembak dua orang masyarakat sipil.

Deminikus Bebari, ayah kandung Eden Armando Bebari kepada media ini menegaskan bahwa Eden dan Roni bukan anggota TPNPB

“Adik Eden dan Roni bukan anggota KKB. Eden dan Roni ke kali molo (mencari ikan),”pungkas ayah kandung Eden Armando

Dilansir dari Tabloid Jubi, Eden Armando Bebari adalah mahasiswa semester tiga jurusan Teknik Komputer di Universitas Multimedia Nusantara.

Selain itu dalam berita CNN Indonesia dikabarkan apparat mengakui sulit memedakan masyarakat sipil biasa dengan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) diwilayah serangan grup separatis. Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw melalui video menjelaskan, “Kejadian ini memang tidak terlepas dari tindakan kelompok separatis dari sejumlah KKB Papua yang kerap kali melakukan penyerangan di sejumlah titik,”

Dalam liputan Tirto.id, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab berjanji akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri pembunuhan 2 orang tersebut.

Pimpinan TNI dan Polri juga mengadakan dialog dengan kerabat korban untuk menyemayamkan korban di Kwamki Lama. (hap/mna)

Reporter: Hari Apriawan

Editor: M Nurholif Amin

Bagikan:
280