Cuaca Ekstrem, Nusa Tenggara Timur Banjir Bandang
Sumber : BNBP

Banjir bandang telah menggenangi sebagian besar wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur sejak Minggu, 4 April 2021 lalu. Bencana diawali pada Jumat, 2 April 2021 dengan hujan lebat yang disertai angin kencang.

Konferensi pers secara virtual telah digelar pada Senin (5/4/2021) oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef  Nae Soi. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur mengatakan bahwa hampir seluruh daerah di Nusa Tenggara Timur terdampak bencana banjir dan tanah longsor dengan delapan daerah yang memiliki kondisi kerusakan terparah.

Kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak kerusakan terparah sebagai berikut:

  1. Kabupaten Flores Timur
  2. Kabupaten Lembata
  3. Kota Kupang
  4. Kabupaten Kupang
  5. Kabupaten Alor
  6. Kabupaten Malaka
  7. Kabupaten Sabu Raijua

Dilansir dari BNPB, total 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49 orang, dan Alor 12 orang. Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23 orang, dan Lembata 21 orang.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB Senin (5/4), pukul 23.00 WIB sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau  2.683 warga lainnya terdampak. Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNPB)

Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

Pemerintah dan BPBD kabupaten dan kota beserta pihak lainnya masih terus melakukan penanganan darurat bencana, seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik maupun pembukaan akses ke wilayah terisolir. Kementerian dan lembaga di bawah kendali BNPB juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terdampak siklon tropis tersebut.

Penulis : Elsyafa Badranaya.T.L dan Amirullah Mukmin.

Editor : Ayu Emas S dan Devita M.

Bagikan:
79