Jakarta, Parmagz – Banjir bandang yang terjadi di danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada hari Sabtu (16/03) pukul 21.30 WIT, telah menelan korban meninggal dunia sebanyak 89 orang. Data tersebut dihimpun dari Posko Induk Tanggap Darurat pada Selasa (19/03) pagi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis menyatakan, 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.

Sedangkan jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat hingga hari ini sebanyak 206 orang, di antaranya terdiri dari 75 orang dilaporan di Pos Induk Sentani dan 131 laporan di Bid Dokkes Polda Papua dari keluarga dan masyarakat. Dan sebanyak 159 orang luka-luka terdiri dari 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

Hingga kini ini ada sebanyak 1.613 personil TIM SAR gabungan dari 23 instansi dan lembaga masih melakukan penanganan darurat bencana banjir bandang. Menurut Sutopo, jumlah korban akan terus bertambah karena luasnya wilayah yang terdampak bencana.

Sutopo mengatakan bahwa jumlah pengungsi akan terus bertambah dikarenakan trauma dan ketakutan akan adanya banjir bandang susulan. Tercatat ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian. Pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar.

Kepala BNPB Doni Monardo yang memimpin langsung rapat koordinasi sekaligus evaluasi penanganan bencana banjir bandang Sentani di Jayapura, didampingi oleh Kepala Basarnas dan Wakil Gubernur Papua mengatakan bahwa hal yang terpenting saat ini adalah mengelola pengungsi dan jangan sampai ada yang mengeluh.

“Kami akan memenuhi kebutuhan antara lain air bersih, MCK, selimut, dan matras. Logistik, makan dan bantuan-bantuan lainnya akan terus ditambah dari bantuan berbagai pihak. Unsur relawan, TNI dan Polri akan disiagakan di setiap titik pengungsian. Anak-anak yang paling terpenting, jangan sampai ada yang sakit di pengungsian,” ujarnya.

Baca juga:  JSF 2019 Berikan 14 Rekomendasi Kebijakan

Selama masa tanggap darurat selama 14 hari, setiap hari pukul 20.00 WIT akan ada rapat koordinasi di kantor Bupati Jayapura yang dipimpin Kalaksa BPBD Pemprov Papua.

Kepala Basarnas Bagus Puruhito mengatakan, akan terus membantu dalam pencarian orang hilang dan akan mengecek dan meningkatkan pencarian korban. “Kami juga membutuhkan peralatan berat (eksavator) untuk evakuasi dan pencarian korban” ujarnya. (mna/mfa)

Bagikan:
111