Jakarta, Parmagz—Direktur Utama RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Agus Suryanto mengonfirmasikan sebanyak 34 orang tenaga medis dinyatakan positif Covid-19 pada Jumat (17/04) lalu. Kini para tenaga medis tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di Hotel Kesambih Hijau Semarang.

Sebelumnya dari banyak berita yang beredar dikabarkan bahwa terdapat 46 tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19. Agus meluruskan bahwa sebenarnya angka tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 di RSUP Dr. Kariadi bukan 46 orang.

“Perlu kami luruskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, untuk tenaga medis di RS Kariadi itu sejumlah 34 orang. Ada perbedaan karena ternyata ada yang dua nama dan ada keluarga pasien yang ikut dalam satu rangkaian (daftar pegawai RS Kariadi). Yang benar itu, 34 pegawai positif,” ujar Agus dalam video konferensi yang dibagikan kepada wartawan.

Menurut Agus, komposisi tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 sebagian besar tidak tampak gejalanya. 34 tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 di antaranya adalah 4 dokter spesialis bedah syaraf; 1 dokter spesialis dalam, 1 dokter spesialis anak; 24 dokter peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS); 2 pegawai fisioterapis; 1 tenaga administrasi; dan 1 tenaga perawat.

Agus menilai penyebab banyaknya dokter spesialis bedah dan dokter PPDS yang terjangkit virus ini dikarenakan terlambatnya identifikasi virus corona terhadap pasien yang tengah menjalani operasi. Diagnosa Covid-19 baru teridentifikasi setelah pasien itu selesai menjalani operasi.

“Ini sebelumnya bukan pasien Covid-19. Kebetulan pasien bedah syaraf ternyata orang tuanya di daerah lain terjangkit positif Covid-19. Jadi diidentifkasi terlambat,” papar Agus.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar seluruh rumah sakit memperketat protokol kesehatan di tempat masing-masing demi melindungi para tenaga medis.

“Kalau di jantung dan benteng pertahanan terakhir bisa tertular, ini sesuatu yang sangat serius. Untuk itu kami minta seluruh rumah sakit untuk memperketat protokol kesehatan di tempat masing-masing demi melindungi para tenaga medis kita,” ujar Ganjar pada Jumat (17/04) lalu.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh INews. Salah satu tenaga medis yang dinyatakan positif, Prof, Zaenal menyatakan bahwa dia beserta beberapa koleganya mengabarkan bahwa kondisinya sedang baik-baik saja.

Zaenal dan beberapa koleganya memohon doa kesembuhan bagi 46 tenaga medis di RS Kariadi dan mengimbau agar masyarakat terus menjaga dirinya masing-masing.

“Ayok jaga diri masing-masing untuk tetap sehat, lindungi diri. Tetap ceria, positive thinking bersama kita hadapi Covid-19,” ujar salah satu kolega Prof. Zaenal dalam sebuah rekaman video.

“Ingat, yang sehat belum tentu ia tidak tertular. Yang sakit segeralah untuk cepat berobat. Segeralah kembali semuanya. Ini harus dihadapi bersama, tidak bisa sendiri-sendiri.” tambahnya. (mna/pik)

Reporter: M Nurholif Amin

Editor: Pikri Alamsyah

Bagikan:
147