Jakarta, Parmagz –  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan, bahwa masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) dilarang dilakukan secara tatap muka dan harus dilakukan secara online atau daring imbas adanya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Plt Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam menyampaikan “Pengenalan mahasiswa baru dilakukan secara daring (online)” dilansir dari Kompas.com

Karena hal itu Universitas Paramadina pun menggelar jenjang kaderisasi tingkat pertamanya yang biasa disebut Grha Mahardika Paramadina (GMP) secara online atau daring.

“Sebenarnya dengan adanya GMP secara online untuk sekarang ini adalah keputusan yang tepat juga untuk SEMA (Serikat Mahasiswa), terutama dari dewan kaderisasi melihat keadaan pandemi seperti sekarang ini mengharuskan mengubah metode penerimaan mahasiswa baru dari offline menjadi online. Saat rapat urgensi bersama dengan pihak rektorat bahwa kampus memutuskan meniadakan GMP di kampus, dikarenakan keadaan pandemi seperti sekarang ini.” kata Aziemah, Sekretaris Jendral (Sekjen) SEMA.

GMP Akan Dimulai Senin, 7 September 2020

GMP akan mulai digelar pada Senin, 7 September 2020 sampai Rabu, 9 September 2020. Acara GMP ini akan diikuti oleh para mahasiswa baru sebanyak 360 mahasiswa. Karena acara GMP digelar secara online diharapkan kepada para mahasiswa baru sudah mempersiapkan koneksi internetnya masing masing sampai acara ini berakhir. Dan bagi para mahasiswa baru dipersiapkan dengan baik seluruh atribut yang telah dipesankan oleh para mentor agar Acara GMP berjalan baik mulai dari name tag, dresscode yang sudah ditentukan setiap harinya dan device pribadi untuk mengikuti acara GMP 2020.

Tema GMP pada tahun ini adalah ‘Membentuk Manusia Madani di Peradaban Modern’. Para pembicara yang meramaikan GMP tahun ini adalah Pipip A Rifai Hasan (Dosen Universitas Paramadina), Budhy Munawar (Pendiri Nurcholish Madjid Society), Sherly Annavita (Dosen Universitas Paramadina), Irma Hidayana (Ahli Kesehatan), dan masih banyak lagi pembicara yang akan hadir.

Materi yang akan disampaikan untuk para Mahasiswa baru dimulai dari Sejarah Paramadina, Peradaban Paramadina, HAM: Kebebasan berpendapat, Dinamika Sosial Masyarakat dalam Mengadapi Pandemi Covid-19 dan Jati Diri Bangsa Indonesia di Era Digitalisasi.

GMP 2020 yang dilaksanakan selama 3 hari ini akan diklasifikasi menjadi tiga bagian. Pada hari pertama GMP akan berfokus pada perkenalan Nilai Paramadina serta lingkup kampus dalam konteks administrasi, serta fasilitas pembelajaran. Hari kedua GMP akan berfokus pada perkenalan Prodi (Program Studi) beserta HIMA (Himpunan Mahasiswa) dalam konteks struktural, program kerja, dan hal-hal yang mendukung interaksi antara mahasiswa dengan prodi.

Hari ketiga GMP akan berfokus pada perkenalan OKUP (Organisasi Kemahasiswaan Universitas Paramadina) yang ada di Universitas Paramadina dalam konteks struktural dan program kerja. GMP tahun ini akan berbeda dari GMP tahun sebelumnya, karena tahun sebelumnya GMP dilaksanakan selama 4 hari.

Sedangkan sekarang, hanya dilakukan selama 3 hari saja ditambah dengan pra-GMP. Selain itu, metode pelaksaan yang sebelumnya diladakan di kampus dan saling bertemu dengan yang lain secara langsung sekarang dilaksanakan secara virtual teleconference, dan berorientasi pada webinar serta talkshow.

GMP Pertama Kali Dilaksanakan Secara Daring

Meskipun GMP 2020 digelar secara online, masih terdapat kendala dari persiapan acara ini. Ketua Pelaksana GMP 2020 Ananda Akbar mengatakan “Kendala dari persiapan pelaksanaan GMP 2020 adalah konsep yang harus dibentuk dengan maksud memastikan transfer knowledge materi dan nilai-nilai yang diperkenalkan berbeda dari tahun sebelumnya. Fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan lebih banyak berorientasi pada alat teknologi dan koneksi dan penggunaan jaringan menjadi faktor yang krusial.” ungkap Ananda, Dewan Pendidikan dan Kaderisasi dari SEMA.

GMP yang masuk ke dalam proses kaderisasi jenjang pertama dalam menginisiasi acara ini, SEMA dibantu dengan pihak kampus. Dan kegiatan GMP online ini baru pertama kali dilakukan selama sejarah GMP diadakan.

Aziemah, Sekjen SEMA mengharapkan kepada pada peserta GMP 2020 agar mampu mengikuti dengan baik pelaksanaan GMP supaya bisa mengenal kampusnya lebih dekat.

“Harapan untuk yang mengikuti GMP tahun ini sebenarnya kembali ke niat awal kenapa GMP harus dilakukan, karena untuk pengenalan universitas Paramadina sendiri. Seperti sejarahnya, organisasi yang ada,  apa itu SEMA, dan bagaimana sistem organisasi di kampus Paramadina, hal-hal ini yang aku harap kepada mahasiswa-mahasiswa baru bisa memahami dan mendapatkan ilmu  dari GMP tahun 2020, terlepas dari pemikiran-pemikiran Cak Nur dan tokoh-tokoh lainnya yang perlu kita implementasikan dalam kehidupan menjadi mahasiswa.”

Reporter: M Farikhin, Gray Nindyan

Editor: Pikri Alamsyah

Bagikan:
127