Jakarta, Parmagz  -  Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina menggelar sidang lanjutan Kongres X yang berisi agenda Pleno II, yaitu Pembacaan LPJ SEMA Bersama 2018, di Aula Nurcholish Madjid, Kamis sore (21/3). Tahun ini, Kongres yang setiap kali diselenggarakan saat akhir masa kepengurusan SEMA bertajuk “Refleksi Satu Dekade Serikat Mahasiswa: Peran Serikat Mahasiswa dalam Mengawal Peradaban Indonesia”.

Sidang Pleno II adalah lanjutan Pleno I yang telah selesai diselenggarakan pada Kamis (28/2) lalu. Pleno II yang seharusnya hanya beragendakan ‘Pembacaan LPJ SEMA Bersama’, harus menambah agenda setelah salah satu peserta sidang memberikan opsi kepada Presidum sidang untuk memberikan Komisi Pemilihan Sekjen (KPS) kesempatan untuk mengklarifikasi polemik bagaimana kelanjutan pemilihan Sekjen SEMA 2019 yang telah deadlock tersebut.

Setelah forum menyetujui opsi dan Pimpinan Sidang telah mengetuk palu, KPS diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi terkait permasalahan tersebut. KPS yang diketuai oleh Reyza Arifitra Maghribie, menjelaskan, bahwa pemilihan Sekjen harus tertunda karena pengunduran diri Calon Sekjen nomor urut 1 yaitu Rizaldi Sukma dalam kontestasi. Reyza melanjutkan alasan mundurnya Rizaldi dikarenakan adanya permasalahan di internal basket yang memintanya tetap menjadi ketua umum dalam Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut.

Setelah KPS memberikan klarifikasi terkait permasalahan pemilihan Sekjen, salah satu peserta sidang memberikan opsi untuk KPS agar segera mengadakan pemilihan Sekjen karena calon Sekjen hanya tersisa satu  – yaitu Salman Ibnu Fuad –  untuk mempercepat penyelesaian permasalahan tersebut, KPS pun menyetujui dan meminta diberikan waktu 10 menit untuk melakukan diskusi terkait sistem pemilihan Sekjen 2019.

Setelah10 menit berlalu, KPS telah mendapatkan hasil dan mengumumkan kepada peserta sidang, bahwa pemilihan Sekjen SEMA 2019 akan dilaksanakan secara musyawarah pada hari Senin, 25 Maret 2019 di Auditorium Nurcholish Madjid. Sebelum dilakukan musyawarah untuk mencapai mufakat terkait pemilihan Sekjen, akan diadakan agenda Tanya Calon Sekjen yang akan dilakukan pada pukul 17.00 WIB ditempat yang sama. Selepas agenda Tanya Calon Sekjen berakhir, barulah musyawarah terkait pemilihan Sekjen akan dimulai.

Baca juga:  Rektorat Umumkan DKI Baru di Rapat Sosialisasi Dana Bantuan Kemahasiswaan

Peserta sidang akhirnya menyetujui usulan dari KPS terkait permasalahan Pemilihan Sekjen SEMA 2019, akhirnya Pimpinan Sidang mengetuk palu untuk mengesahkan agenda tersebut. Selepas Klarifikasi KPS, barulah agenda utama Pleno II “Pembacaan LPJ SEMA Bersama” dilaksanakan. Dalam agenda tersebut, baru Dewan Humas, Pengembangan Kewirausahaan, dan Kajian dan Intelektual saja yang membacakan LPJ, hal ini terjadi karena waktu yang sudah malam dan ada pemberian opsi untuk menunda pembacaan LPJ SEMA Bersama 2018, pada kongres selanjutnya di hari Jumat (22/3). (fik/nur)

Baca juga artikel lainnya terkait pemilihan #Sekjen2019

Penulis: Fikri Alamsyah
Editor: Nurma Syelin Komala

Bagikan:
131