Lukita

 

 

Jakarta, Parmagz- Program studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina kembali menyelenggarakan Short Diplomatic Course. Program yang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (25/04 – 26/04) ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan untuk mahasiswa yang tengah mengikuti kelas praktek diplomasi. Short diplomatic course bisa diibaratkan sebagai role play sidang yang dilaksanakan oleh PBB. Melalui acara ini diharapkan Mahasiswa Universitas Paramadina dapat berlatih mengasah kemampuan berdiplomasi, dan bisa merasakan dinamika sidang PBB secara tidak langsung.

Bertempat di gedung Paramadina Graduate school, mahasiswa yang tengah mengambil kelas Praktek diplomasi dibagi ke dalam 15 kelompok dan 1 tim sekretariat beserta Chairman yang memimpin jalannya sidang. Masing-masing kelompok berperan sebagai delegasi negara yang berbeda-beda. Negara yang diperankan antara lain Australia, Argentina, Chad, Amerika Serikat, Rusia, China, Perancis, Inggris, Lithuania, Nigeria, Luxembourg, Rwanda, Korea Selatan, Chile, serta Yordania.

Tema yang diangkat setiap tahunnya dalam Short diplomatic Course selalu berbeda-beda. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Kerjasama antara PBB dengan Organisasi Regional dan Subregional dalam Menjaga Perdamaian serta Keamanan Internasional”. Selain sidang Pleno dewan keamanan PBB , pada Short Diplomatic course juga dilaksanakan working group 1 yang mengangkat topik penanganan perdagangan gelap lintas negara, serta working group 2 yang mengangkat topik strategi kontra terorisme global. Layaknya sidang PBB, di akhir acara Short Diplomatic Course  juga dihasilkan sebuah resolusi dengan tema terkait.

“Seneng banget bisa ikut acara seperti ini. Selain menambah pengalaman, Short Diplomatic Course  juga sangat bermanfaat menambah pengetahuan” ujar Tomo, salah satu peserta Short Diplomatic Course  yang memerankan sebagai delegasi Rusia. (Azm)

Bagikan:
Baca juga:  Rektorat Umumkan DKI Baru di Rapat Sosialisasi Dana Bantuan Kemahasiswaan
57