Jakarta, Parmagz—Rabu, 27 Januari 2021, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dilakukan secara online oleh mahasiswa Universitas Paramadina yang dimulai dari tanggal 27 Januari hingga 1 Februari 2021.

Pengisian KRS ternyata menyisakan problematika yang selalu terjadi setiap tahunnya. Mulai dari sulitnya mengakses website saat akan mengisi KRS, hingga Server Down. Hal tersebut yang menganggu mahasiswa dan juga para dosen pembimbing dalam melaksanakan kegiatan pengisian KRS ini.

Dari Website Lemot, hingga Pembayaran yang Tak Setimpal

Banyak mahasiswa memberikan pernyataannya terkait permasalahan ini. Di antaranya kendala dalam membuka website ASIK, mudah sekali terjadi system eror yang menyebabkan crash saat pengisian, pembagian kuota kelas yang tidak jelas, kurangnya sosialisasi yang matang dalam menggunakan fitur pengisian KRS online, sampai biaya yang dibayarkan saat pandemi seperti ini.

“Websitenya lemot nih. Kemarin cukup sulit banget akses web-nya, banyak fitur yang keganggu juga jadi terhambat isi KRS-nya.” Ujar Yas’a mahasiswa Hubungan Internasional pada Parmagz. (30/1)

Beberapa mahasiswa berpendapat bahwa respon yang lambat pada website, akses ke fitur – fitur lain di dalam website yang ikut terdampak, kurang efisien dan tidak responsif dalam pengisian.

Selain itu, pembagian kuota kelas saat pengisian KRS yang kurang diberi informasi yang jelas pada mahasiswa. Sebab beberapa mahasiswa yang di semester selanjutnya ingin bertemu di kelas yang sama jadi terkendala dengan adanya proses pembagian informasi tentang kuota kelas yang tidak jelas. Hal tersebut juga menjadi dampak pengisian KRS ini.

“Kemarin mau sekelas rencananya biar bisa bareng – bareng, eh karena gak tau informasi tentang kuota kelas yang ditambah di hari kedua jadi gagal deh sekelas bareng.” Ujar Iqlima pada Parmagz.

Baca juga:  Angkatan DIVOC Resmi Dilantik Dalam Acara Reinkarnasi T-ta Paramadina

Lalu, di masa pandemi Covid-19 yang saat ini masih belum usai terjadi menjadikan kendala bagi mahasiswa khususnya dalam hal biaya pembayaran kuliah. Banyak juga mahasiswa yang mengeluhkan hal ini. Sebab apa yang mereka bayar menurut mereka tidak setimpal dengan fasilitas yang mereka dapatkan selama ini.

“Seharusnya ada keringanan terkait pembayaran uang kuliah, menilai semuanya terdampak. Jujur saja, dalam beberapa semester ini banyak mahasiswa yang belum bisa membayar uang kuliah dikarenakan pandemi,” terang Mahasiswa HI yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Parmagz.

Biaya Operasional Kampus agar Tetap Berjalan

Namun menurut beberapa mahasiswa lain bahwa mahasiswa juga tidak bisa menutup mata dalam menanggapi hal ini. Walau memang kegiatan pembelajaran dilakukan secara dalam jaringan (daring), tidak serta merta kampus berhenti beroperasi.

Sebab banyak hal yang juga harus diperhatikan, seperti beberapa pekerja yaitu dosen, Cleaning Service, dan staff lain yang tetap bekerja dan harus datang ke kampus dan tetap perlu digaji. Selain itu, pemeliharaan fasilitas kampus juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Menurut Daniswara kepada Parmagz menjelaskan bahwa perlunya kesigapan dari Universitas sebelum melaksanakan pengisian KRS online ini, agar kejadian yang sama tidak sampai berulang kali terjadi.

“Iya seharusnya sih ada persiapan yang matang. Karena fatal banget sih kalau lagi saat momen penting kayak gini tiba – tiba servernya down. Apalagi sekaliber Universitas harusnya server gak boleh gampang down pas momen penting kayak gini.” ujarnya ketika dihubungi oleh Parmagz.

Penulis : Muhammad Noorghazali

Editor: Pikri Alamsyah

Bagikan:
217