Jakarta, Parmagz – Senin (9/04/2018), tepat pukul 19:00, Keluarga Besar Falsafah dan Agama yang tergabung dalam organisasi Paramasophia melaksanakan acara nonton bareng dan ngobrol film di Anggon, Universitas Paramadina, acara ini berlangsung secara santai dan terbuka untuk umum. Acara yang dinamai Layar Tancep ini akan dilakasanakan rutin oleh Paramasophia setiap Senin minggu pertama setiap bulannya.

Pada edisi perdana ini, film yang dipilih adalah hasil kolaborasi Korea Selatan dan Jerman yang disutradarai oleh Kim Ki-Duk, yang berjudul Spring, Summer, Fall, Winter…and Spring (2003). Film ini telah mendapat sejumlah penghargaan dari dunia film internasional, salah satunya sebagai pemenang dari nominasi film terbaik Grand Bell Award 2004 di Korea Selatan.

Film yang berdurasi 1 jam 45 menit ini berhasil membius penonton dengan sunyi, sebab dialog dalam film ini termasuk sangat sedikit, Kim Ki-Duk banyak memainkan simbol-simbol. Meski minim dialog, film ini tetap memanjakan penonton dengan tampilan visual yang memukau. Di akhir film, acara diskusi dipandu oleh Zainul Maarif, dosen Filsafat dan Logika Paramadina yang bertindak sebagai pengulas. Pak Zen, sapaan akrab Zainul, menulis sebuah ulasan tentang film ini berjudul “Perubahan yang menetap dan ketetapan yang berubah”.

Setiap urutan musim yang dialami oleh karakter utama dalam film ini diibaratkan oleh Pak Zen sebagai musim semi layaknya masa anak-anak, musim panas layaknya masa remaja, musim gugur layaknya masa dewasa mentah, dan musim dingin layaknya masa dewasa matang. Dan Pak Zen juga mempersilakan penonton untuk berpendapat sesuai dengan perspektifnya masing-masing, dikarenakan film tersebut merupakan kaya akan makna simbolik. (Nur)

Bagikan:
Baca juga:  133 Sarjana dan 34 Magister Lulus di Wisuda ke-31
147