Jakarta, Parmagz – Senin sore (16/9) sekitar pukul 17.05 WIB, Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina mengadakan gerakan untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lewat pengumpulan tanda tangan yang berasal dari Civitas Akademika Universitas Paramadina. Dalam pengumpulan tanda tangan yang diadakan di Lobi kampus ini, terlihat bukan hanya mahasiwa saja yang memberikan tanda tangan mereka, namun beberapa dosen dan staff kampus juga ikut memberi tanda tangan di tempat yang telah disediakan oleh SEMA.

Sebelum menggelar aksi ini, SEMA melalui akun Instagram-nya mempublikasikan bentuk dukungan mereka terhadap KPK melalui press release yang berisikan 4 poin. Poin-poin tersebut berisi penolakan SEMA terhadap revisi Undang-Undang KPK (RUU-KPK).

Salah satu Dewan Advokasi SEMA 2019/2020, Nabilah Islamiaty saat dihubungi Parmagz lewat LINE, mengatakan bahwa aksi yang diinisiasi oleh SEMA ini, bertujuan untuk menolak perevisian UU KPK yang dinilai melemahkan independensi serta kinerja KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia.

“Urgensinya karena SEMA menilai bahwa RUU KPK adalah tindakan yang hanya melemahkan kekuasaan KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia,” tegas Nabilah kepada Parmagz.

Ketika ditanya apa tindaklanjut dari aksi ini, Nabilah menjawab bahwa setelah aksi pengumpulan tanda tangan, akan diadakannya Mimbar Kebebasan pada Selasa (17/09) di selasar Universitas Paramadina.

“Untuk saat ini kita masih fokus untuk acara mimbar kebebasan, dan (setelah itu, red) akan menyesuaikan untuk gerakan selanjutnya,” jawab mahasiswa Hubungan Internasional (HI) ini.

Nabila lebih lanjut mengatakan kepada Parmagz bahwa dukungan dengan pengumpulan tanda tangan ini adalah bentuk dukungan awal dari Paramadina kepada KPK. Lebih jelas lagi ia mengatakan bahwa ada kemungkinan aksi dukungan lainnya dengan bentuk yang berbeda ke depannya. “Bentuk mengumpulkan tanda tangan tersebut memang sebagai dukungan awal yang selanjutnya bisa saja akan ada dukungan baru untuk ke depannya,” jelas Nabilah.

Baca juga:  SEMA dan Paramasophia Gelar Diskusi Mengenai Upaya Pelemahan Fungsional KPK

Nabilah mengungkapkan kepada Parmagz bahwa aksi ini akan terus berlangsung sampai adanya penarikan kembali kebijakan RUU KPK atau perubahan poin di revisi undang-undang tersebut yang dinilai bisa memperkuat eksistensi dan kinerja KPK dalam menjalankan tugasnya.

Sebelum mengakhiri, Nabilah mengimbau kepada seluruh civitas akademika Paramadina untuk hadir di Mimbar Kebebasan pada pukul 12.15 WIB di selasar Paramadina.

“Jadi untuk memperjelas lagi, besok itu akan ada mimbar kebebasan jam 12, dan kita menghimbau civitas akademik menggunakan baju warna putih untuk mendukung aksi damai ini.” tutup Nabilah kepada Parmagz.

 

Reporter: Pikri R. Alamsyah

Editor: Nurma Syelin

Bagikan:
107