Hari Minggu (17/03) lalu, tepat pukul 23.45 WIB, Parmagz menurunkan sebuah breaking news lewat kanal [email protected] Dalam breaking news tersebut, kami memberitakan pengunduran diri calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina yang disampaikan langsung oleh calon nomor urut 1 ini lewat instastory akun Instagram pribadinya. Pengunduran diri Rizaldi Sukma secara tiba-tiba terjadi tepat pada malam sebelum acara debat Sekjen akan dilaksanakan esok harinya. Berdasarkan keterangan Rizaldi, pengunduran dirinya ini disebabkan adanya dinamika dan desakan dari internal Paramadina Basketball agar ia kembali menjadi ketua.

Rizaldi sebelumnya adalah ketua organisasi basket Paramadina yang secara resmi terpilih pada Desember 2018 lalu. Dalam breaking news tersebut, kami juga menyampaikan, bahwa pada hari yang sama, Minggu (17/03), 20 menit setelah Rizaldi menyatakan pengunduran diri, akun resmi Instagram SEMA mempublikasi berita pengunduran diri Rizaldi hanya dengan mengunggah tangkap layar dari instastory Rizaldi saja, tanpa dibubuhkan surat pengunduran diri resmi. Namun, beberapa menit setelahnya, postingan tersebut dihapus dari akun Instagram SEMA. Dalam breaking news kami menyebutkan bahwa, “beberapa menit setelahnya, postingan tersebut dihapus oleh SEMA dari akun Instagram-nya. Hal ini menunjukkan inkonsistensi SEMA dalam menyampaikan permasalahan krusial.”

Kami dalam breaking news menggarisbawahi, bahwa tindakan mengunggah informasi yang sangat penting dan serius, tanpa disertai dengan keterangan yang resmi, dan lalu menghapus unggahan informasi tersebut, adalah tindakan inkonsisten dalam penyampaian informasi. Diksi inkonsistensi inilah yang kemudian dipermasalahkan oleh SEMA. Sebab itu, keesokan harinya, pada Senin (18/03) pukul 14:15 WIB, Parmagz melakukan klarifikasi terkait hal tersebut dengan Sekjen SEMA 2018, Nasarullah Hamid atau kerap disapa Nawa. Kami melakukan perbincangan selama kurang lebih 25 menit, demi mengklarifikasikan hal-hal terkait dengan berita pengunduran diri Rizaldi dan soal “inkonsistensi” SEMA dalam menyebarkan informasi yang bersifat krusial tersebut.

Terkait pengunggahan informasi pengunduran diri Rizaldi lewat Instagram SEMA yang dihapus kembali itu, Nawa menyatakan bahwa setelah Rizaldi mengumumkan pernyataan pengunduran dirinya lewat instastory pribadinya, Komisi Pemilihan Sekjen (KPS) meminta kepada Humas SEMA untuk melakukan penyebaran informasi tersebut. Nawa berpendapat bahwa, SEMA tidak boleh mengintervensi keputusan dari KPS sedikit pun. Lalu setelah postingan tersebut cukup viral, dan muncul desakan warganet Paramadina untuk mempublikasikan surat resmi pengunduran Rizaldi, baru akhirnya Nawa serta Reyza –sebagai ketua KPS— membuat keputusan untuk menarik postingan tersebut kembali.

“Saya baru mengetahui informasi pengunduran Rizaldi yang diposting akun Instagram resmi SEMA setelah salah satu dewan memberitahu,” tegas Nawa.  “Saya tidak boleh mengintervensi keputusan KPS dalam pemilihan Sekjen 2019 saat saya masih menjabat sebagai Sekjen, nanti dilihatnya SEMA tidak netral,” lanjutnya.

Terkait dengan pernyataan inkonsistensi SEMA di breaking news Parmagz, Nawa mempertanyakan bagian mana inkonsistensi SEMA, jika SEMA tidak mempunyai suatu legitimasi terkait dengan pemberitaan informasi tersebut, melainkan KPS yang berwenang sepenuhnya. Dengan adanya masalah ini, Nawa pun menyayangkan tindakan KPS yang cukup tergesa-gesa perihal postingan pengunduran Rizaldi. Pada titik ini, memang SEMA tidak boleh untuk mengintervensi KPS sama sekali, karena KPS adalah badan independen yang dibentuk pada saat Kongres. Akan tetapi, adanya koordinasi yang baik antara KPS dan SEMA sangat penting, apalagi terkait dengan penyampaian informasi yang sangat krusial –dan disampaikan lewat akun Instagram resmi SEMA, dengan adanya koordinasi yang baik, informasi bisa disampaikan secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Setelah berbincang dengan Sekjen, Parmagz pada Selasa (19/03) melakukan klarifikasi kepada ketua KPS, Reyza Arifitra Maghribie. Reyza menyatakan bahwa, pihak KPS tidak meminta Humas SEMA untuk memposting pernyataan pengunduran Rizaldi tersebut saat itu juga, Reyza hanya mengabarkan pada Humas SEMA bahwa Rizaldi mengundurkan diri, “Awalnya saya minta tolong, tetapi bukan langsung dipost saat itu juga.” Pengakuan Reyza ini berbeda dengan pernyataan Nawa yang menilai bahwa KPS terlalu tergesa-gesa dalam menyampaikan informasi. Meski demikian Reyza juga menyampaikan, dalam proses pemilihan sekjen ini SEMA sudah cukup netral.

Sedangkan, menurut salah satu tim Humas SEMA, Siti Nurlinawati saat Parmagz hubungi lewat LINE pada Selasa (19/03), ia menyatakan bahwa, “Untuk postingan pada hari Minggu itu, karena Humas bagian publikasi diminta oleh KPS untuk mempublis pengunduran diri calon sekjen 1 yaitu Rizaldi, tanpa ada konfirmasi terhadap Sekjen.”

Tim Humas lainnya yang mempublikasikan postingan tersebut, Annisa Tuasamu, juga menyatakan dirinya mempublikasikan pengunduran diri Rizaldi berdasar perintah KPS, “iyaa bener Reyza yang nyuruh aku tim humas untuk publish di ig sema,” ungkapnya melalui LINE. Ketika ditanya mengenai siapa yang membuat caption untuk postingan tersebut, Annisa menyatakan, “Itu aku yang buat, karena reyza cuma ngirim screenshoot itu doang. Dan dia minta untuk di update hari itu juga.” Pernyataan Nurlina dan Annisa ini memperkuat apa yang disampaikan Nawa, bahwa KPS meminta Humas untuk mempublikasi informasi pengunduran diri Rizaldi saat itu juga, saat berkas resminya belum ada.

Seperti yang diketahui, Humas SEMA akhirnya mengunggah instastory Rizaldi ke akun Instagram resmi SEMA dengan caption, “Berdasarkan pernyataan Rizaldi Sukma di atas selaku calon Sekjen 2019 dengan nomor urut 1, dengan ini kami SEMA 2018 mengumumkan pengunduran diri saudara Rizaldi dari pencalonan Sekjen 2019.” Dalam postingan tersebut, jelas tertulis bahwa pengumuman pengunduran diri Rizaldi mengatasnamakan SEMA 2018. Akan tetapi, berdasar keterangan Nawa, SEMA tidak merasa ikut andil dalam penyampaian informasi penting tersebut, dan hanya melimpahkannya pada KPS. Sedangkan di sisi lain, KPS sendiri berdasarkan pengakuan Reyza, tidak meminta Humas SEMA untuk mempublikasikan informasi secara langsung, saat itu juga.

Informasi mengenai pengunduran diri Rizaldi disertai dengan surat resmi, baru diunggah ke akun Instagram SEMA pada hari Senin siang (18/03), dengan 2 pernyataan dalam 2 postingan terpisah. Pernyataan pertama memuat keputusan KPS, dan yang kedua memuat poin-poin pernyataan Rizaldi. Pada poin ke-5 dari pernyataan Rizaldi, termuat bahwa, “Berita-berita yang menyatakan ikonsistensi Serikat Mahasiswa merupakan informasi yang tidak benar dan didasarkan pada asumsi belaka tanpa melihat fakta yang sebenarnya.”

Kami, redaksi Parmagz hanya ingin menyampaikan satu hal bahwa, apa yang kami sampaikan pada breaking news adalah sesuai dengan fakta lapangan yang kami temukan, dan tidak sama sekali hanya berdasarkan pada asumsi kami belaka. (red/red)

Baca juga artikel lainnya terkait pemilihan #Sekjen2019

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Bagikan:
113