ENAM : Replika patung 6 Presiden Indonesia

ENAM : Replika patung 6 Presiden Indonesia

Bogor-Parmagaz. Rabu, (7/10) satu rombongan bis pariwisata yang mengusung sejumlah mahasiswa desain Unversitas Paramadina bertolak dari kampus menuju Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Bogor. Mereka mengadakan kunjungan untuk pertama kalinya di tahun ajaran ini. Dipimpin oleh beberapa dosen mahasiswa daei jurusan Desain Produk Industridan Desain Komunikasi Visual mengadakan kunjungan ke Museum Kepresidenan Republik Indonesia untuk menambah wawasan sekaligus apresiasi nilai seni, sejarah dan budaya.

NENEK : Potrait inspirator Presiden Soekarno untuk masa baktinya pada Indonesia

NENEK : Potrait inspirator Presiden Soekarno untuk masa baktinya pada Indonesia

Museum ini baru didirikan pada 2014, terdiri dari 2 lantai ruang pamer dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di lantai dasar terdapat replika raksasa Burung Garuda, teks asli Pancasila, naskah Proklamasi, Sumpah Pemuda dan juga teks lagu Indonesia Raya. Keseluruhannya terpahat rapi di dinding ruang pamer, di sudut belakang berjajar replika enam tokoh presiden yang pernah memimpin bangsa Indonesia. Selain itu juga terdapat ruang Audio Viisual yang merekam jejak peninggalan semasa kepemimpinan presiden-presiden sebelum Bapak Jokowi.
Lantai dua di desain lebih eksklusif dengan ruang-ruang pribadi milik masing-masing presiden mulai dari presiden pertama-Soekarno hingga presiden ke enam-Susilo Bambang Yudhoyono. Di lobby lantai dua sebelum memasuki bilik ruang presiden terdapat pahatan teks sumpah presiden beserta mimbar untuk membacakan sumpah. Selain itu terdapat dua lukisan unik yang menjadi pusat inspirasi presiden pertama RI. Lukisan pertama merupakan replika lukisan seorang nenek yang ulunya dipajang di kamar tidur Soekarno, dengan begtu setiap bangun mauppun berangkat tidur Soekarno akan terus terbayang wajah nenek tersebut yang menjadi representasi bangsa Indonesia yang sedang dipimpinnya. Lukisan tersebut dilukis oleh Sulistyo-Solo. Lukisan laian adalah lukisan pesiar di lautan yang menggambarkan bagaimana nahkoda membawa awak kapalnnya mengarungi samudra begitupula bagaiaman seorang presiden dapat membawa bangsanya selamat hingga tujuannya tercapai.

Keenam tokoh tersebut memiliki ruang terpisah di Museum Kepresidenan RI yang menyimpan replika Seragam Kepresidenan lengakp dengan lencana dan penghargaan, foto pribadi bersama keluarga dan rekaman jejak bakti selama pengabdian kepada Republik Indonesia. Selain itu terpampang ua portrait lukisan masing-masing tokoh yang dilukis oleh enam seniman yang berbeda pula.
Akankah museum ini dapat mengingat dan merekam semua jejak bakti presiden-presiden Indonesia dengan sejujurnya tanpa ada rekayasa maupun manipulasi atas kepentingan pribadi? (usa)

Bagikan:
233