Jakarta, Parmagz—Kamis (12/03) Debat Calon Sekretaris Jendral (Sekjen) dengan tema Menatap Masa Depan Serikat Mahasiswa Paramadina yang diselenggarakan oleh Serikat Mahasiswa (SEMA) Paramadina berlangsung  di Aula Nurcholish Madjid  pukul 16.30. Acara mundur satu setengah jam dari waktu yang telah di tentukan. Debat Calon Sekjen merupakan rentetan acara Kongres XI SEMA Paramadina. Dalam berlangsungnya debat kedua calon menyatakan siap masuk menjadi Dewan SEMA Paramadina apabila gagal terpilih menjadi Sekjen Paramadina.

“Saya siap membantu Serikat Mahasiswa dengan segala kapasitas saya, dengan segala ilmu saya. Di manapun saya diperlukan, saya akan membantu sebisa saya untuk membenahi SEMA. Saya hanya menunggu, apakah saya dibutuhkan? Jika saya dibutuhkan, saya siap untuk membantu Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina.“ Jawab Suryo Ambang Ramadhan, calon Sekjen nomor urut 2 saat sesi tanya jawab berlangsung.

Begitupun dengan calon urut 1, Aziemah secara tegas menyatakan siap ditempatkan di manapun sesuai dengan kapasitasnya.  “Jawaban saya sangat tegas, saya siap ditempatkan di manapun sesuai dengan kapasitas saya. Seperti yang saudara Suryo tadi juga ungkapan, karena kami berdiri di sini pun ingin membawa yang terbaik untuk Serikat Paramadina sendiri, dan mahasiswa pada umumnya.” tegas Aziemah

Kedua jawaban itu dipicu oleh pertanyaan dari panelis Nasarullah Hamid atau yang akrab disapa Nawa, mantan Sekjen SEMA Paramadina dua tahun lalu yang menanyakan mengenai kesediaan kedua calon Sekjen SEMA Paramadina periode 2020-2021 menjadi bagian Dewan Serikat apabila gagal terpilih sebagai Sekjen.

Dalam debatnya Aziemah merasa bahwa SEMA Paramadina hanya menjadi pos yang dilewati sebelum ke Dewan Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis (DKI) Paramadina dalam hal administrasi. “Secara sistem saya tahu bahwa Serikat Mahasiswa masih banyak kekurangannya. Saya merasa Serikat Mahasiswa hanya menjadi pos sebelum ke DKI dalam bidang administrasi dan kurangnya fungsi SEMA dalam mengkoordinir Okup-okup.” ujar Aziemah

Kendati demikian, Suryo juga merasakan hal yang sama. Ia mengatakan bahwa SEMA Paramadina tidak pernah dirasa hadir keberadaannya sekalipun telah mengikuti beberapa kegiatan SEMA Paramadina.  “Saya sebagai mahasiswa Universitas Paramadina bisa merasa—ketika pertama kali masuk saya tidak merasa memiliki SEMA, padahal SEMAnya ada. Yang saya rasakan adalah saya hanya ikut GMP, PLC, BDP.” ujar Suryo kepada audiens.

Acara Debat Calon Sekjen yang terlaksana kemarin pun berjalan datar, tidak terlalu banyak tersedia adu argumentasi dari kedua calon Sekjen. Acara ini kemudian ditutup dengan Sumpah Mahasiswa yang dipimpin oleh kedua calon Sekjen SEMA Paramadina periode 2020-2021. (mna)

Bagikan:
302