Jakarta, Parmagz-Wisuda Sarjana dan Magister ke-31 telah dilaksanakan pada Sabtu (19/10) kemarin. Sejumlah 133 Wisudawan Sarjana, yakni 41 wisudawan Hubungan Internasional, 5 wisudawan Falsafah dan Agama, 35 wisudawan Ilmu Komunikasi, 21 wisudawan Psikologi, 6 wisudawan Manajemen, 10 wisudawan Informatika, 14 wisudawan Desain Komunikasi Visual (DKV), dan 1 wisudawan Desain Produk (DP) serta 33 wisudawan magister, yakni 13 Magister Hubungan Internasional, 10 Magister Ilmu Komunikasi, dan 11 Magister Manajemen.

Dalam wisuda yang diselenggarakan di Aula Nurcholish Madjid ini, Aburizal Bakrie hadir untuk menerima penghargaan Bakti Paramadina karena jasa dan kontribusinya di dunia pendidikan. Yang salah satu sumbangsihnya pada Universitas Paramadina sendiri ialah memberikan beasiswa kepada mahasiswa Paramadina.

“Pada orangtua yang berbangga hati, saya gembira dan sangat terharu mendapatkan penghargaan dari Paramadina,” kata Aburizal Bakrie.

Bakrie dalam pidatonya juga menyampaikan harapannya kepada wisudawan sarjana dan magister agar dapat memberikat kontribusi bagi bangsa dan negara, “Tapi hak manusia berpikir. Bangun bangsa ini, kami yang tua-tua, kami sudah menurun. Saudara-saudara yang bangkit menjadi sunrises. Mudah-mudahan anak-anak kita lulusan Paramadina memberikan sesuatu yang berarti bagi bangsa dan negara”, ucap mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Bersatu ini.

Setelah prosesi pembacaan seluruh wisudawan, mereka membacakan Janji Wisudawan yang dipimpin oleh wisudawan prodi Falsafah dan Agama, yakni Ahmad Nurul Huda.

“Kami alumni Universitas Paramadina berjanji: 1. Beriman kepada Tuhan Yang Mahas Esa, 2. Berbakti kepada nusa dan bangsa, 3. Menjunjung tinggi nilai kebenaran dan kemajuan, 4. Menghargai, saling pengertian, dan tenggang rasa, 5. Menjaga nama baik Universitas Paramadina”, ucap wisudawan secara seksama.

Agenda setelahnya yakni pidato perwakilan dari wisudawan lulusan sarjana oleh Amalia Suri dan wisudawan magister oleh Teo Mikha Santoso. Amalia Suri, Sarjanawati prodi Hubungan Internasional, dalam pidatonya menyampaikan bahwa dirinya merasa beruntung dapat berkuliah di Paramadina, “Waktu Dies Natalis, itu event pertama saya sebagai maba (mahasiswa baru, red)  yang hadir waktu itu pak JK-Wakil Presiden, saya anak desa jauh-jauh dari Aceh ketemu Wakil Presiden gimana gitukan, saya mulai berpikir ini pilihan yang tepat, pasti ada sesuatu di Paramadina sampai Wakil Presiden datang ke ulang tahun kampus kita, jadi kita patut bangga denga itu teman-teman”, ucap perempuan asal Lhokseumawe, Aceh ini.

Agenda yang dinantikan yakni pengumuman terkait wisudawan terbaik. Ada 3 wisudawan sarjana dan 2 wisudawan magister yang berhasil dipilih menjadi wisudawan ini. Untuk wisudawan sarjana ada M. Singgih Prastio (Informatika) wisudawan terbaik peringkat ketiga, Ayu Ramadhani (Psikologi ) wisudawan sarjana terbaik peringkat kedua, dan Ilafi Firsta Putri (Informatika) yang menyabet mahasiswa terbaik peringkat pertama.

Kemudian, untuk dua wisudawan magister yang terpilih, yakni Veronica Hervy Puspitasari dan Kurniawaty. Untuk wisudawan sarjana mereka dipilih lewat rapat Universitas dengan kriteria-kriteria, yakni IPK minimal 3.5 dengan masa studi maksimal studi 4 tahun, dan aktivitas-aktivitas positif yang dinilai dalam poin dual transkrip.

Selain wisudawan dengan lulusan terbaik, ada juga penghargaan wisudawan dengan poin transkrip pengembangan mahasiswa tertinggi yang diberikan pada wisudawan prodi Psikologi, yakni  Muh. Tri Sakti dengan poin dual transkrip sebanyak 324 poin.

Acara yang seharusnya ditutup pada pukul 11:02 WIB harus molor hingga pukul 11:35 WIB saat Prof. Firmanzah, Ph.D selaku pemimpin rapat senat menutup agenda ini, “Wisuda Sarjana dan Magister ke-31 Universitas Paramadina 19 Oktober 2019 dinyatakan selesai”. tutup Firmanzah.

 

Reporter: Nurma Syelin

Bagikan:
77