1 dari 3

Jakarta, Parmagz  —  Kontestasi Pemilihan Sekjen 2019 Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina harus ditunda hingga terlaksananya Sidang Pleno II Kongres SEMA pada Kamis (21/03). Hal ini terjadi karena calon Sekjen yang semula ada dua, harus berkurang setelah calon Sekjen nomor urut 1, Rizaldi Sukma, mundur dari kontestasi pemilihan Sekjen. Zaldi,  sapaan akrab Rizaldi Sukma ,  diumumkan sebagai salah satu kandidat Calon Sekjen pada Selasa (12/03), pengumuman ini dipublikasikan oleh Komisi Pemilihan Sekjen (KPS) lewat akun Instagram resmi SEMA.

Pengunduran diri Rizaldi secara tiba-tiba tentu menjadi pertanyaan dan bahan perbincangan berbagai kalangan, padahal dalam wawancara Zaldi dengan Parmagz beberapa waktu sebelum mundur (12/03), dia menuturkan alasannya maju menjadi calon Sekjen adalah bukan karena dorongan pihak tertentu, melainkan karena pendiriannya sendiri.

 

Mencalonkan Diri

Dalam proses Pemilihan Sekjen 2019, Zaldi pertamakali menyampaikan keinginannya maju sebagai calon Sekjen dengan mengirimkan pesan di grup LINE Dewan Pengurus Organisasi (DPO) pada Jumat (08/3). Setelah mengumumkan secara personal lewat pesan singkat di grup tersebut, barulah Rizaldi secara resmi mendaftar pada tanggal yang sama untuk menjadi Calon Sekjen. Jika melihat jadwal pendaftaran calon Sekjen, tenggat waktu untuk mendaftar adalah pada Kamis (07/03), sedangkan Zaldi sendiri baru mendaftar secara resmi pada keesokan harinya.

Perihal tersebut telah diklarifikasi oleh KPS pada saat Sidang Pleno II Kongres, Reyza Arifitra Maghribie, selaku ketua KPS, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan perpanjangan waktu pendaftaran calon Sekjen, karena hingga tenggat berakhir, belum juga ada calon yang mendaftar. Akan tetapi, KPS hanya menyampaikan perihal perpanjangan proses pendaftaran melalui chat pribadi kepada calon Sekjen yang ingin mendaftar. Hal ini disayangkan banyak pihak, karena seharusnya KPS menyebarluaskan informasi penting soal perpanjangan pendaftaran calon Sekjen ke publik, agar tidak terjadi disinformasi.

Setelah melalui pendaftaran dan verifikasi berkas, kedua kandidat Sekretaris Jenderal pun diumumkan KPS lewat postingan Instagram di akun resmi SEMA, kedua kandidat tersebut adalah Salman Ibnu Fuad dan Rizaldi Sukma.

Parmagz lebih dulu mewawancarai Zaldi terkait pencalonannya pada Rabu (13/3) di Ruang SEMA pada pukul 16.15 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Zaldi menuturkan keinginannya maju adalah berdasarkan pendiriannya sendiri, Zaldi mengatakan ingin mengisi kekosongan yang ada di SEMA, sebab itu dirinya maju sebagai calon Sekjen periode 2019/2020.

Sejak terdaftar menjadi calon Sekjen, Zaldi mengikuti kegiatan pencalonan dengan baik, mulai dari pemaparan visi misi dan pengundian nomor urut yang diselenggarakan pada Jumat (15/3), di Aula Nurcholish Madjid. Setelah pengundian, Zaldi mendapatkan nomor urut 1, dan Salman memegang nomor 2. Pada saat pemaparan visi misi, Zaldi sudah sangat terlihat siap dan mantap untuk berkontestasi dalam Pemilihan Sekjen, hal ini diperlihatkan ketika ia menjelaskan secara rinci visi misinya.

 

Detik-detik Pengunduran Diri Rizaldi

Pada Minggu (17/3), sekira pukul 21.41 WIB, Rizaldi Sukma mengunggah pernyataan pengunduran dirinya sebagai calon Sekjen SEMA 2019 dalam instastory akun instagram pribadinya. Dalam unggahan instastory-nya tersebut, Zaldi menyatakan bahwa penyebab pengunduran dirinya dari kontestasi adalah karena adanya permasalahan di internal Paramadina Basketball, ia menjelaskan bahwa dirinya didesak untuk tetap menjadi Ketua Basket periode 2019/2020. Pada malam itu juga Parmagz pun memberitakan pengunduran diri Zaldi lewat akun resmi [email protected]

20 menit setelah Rizaldi mengumumkan pengunduran diri secara tidak resmi lewat akun pribadinya, KPS lewat akun instagram resmi SEMA, mengumumkan kemunduran Zaldi dengan memposting tangkap layar dari instastory Zaldi dengan caption, “Berdasarkan pernyataan saudara Rizaldi Sukma di atas selaku Calon Sekjen 2019 nomor urut 1, dengan ini kami SEMA 2018 mengumumkan pengunduran diri saudara Rizaldi dari pencalonan Sekjen 2019.” Namun, postingan itu ditarik kembali selang beberapa menit setelah diunggah.

KPS dan SEMA baru mempublikasikan keterangan Pengunduran Diri Rizaldi secara resmi pada Senin (18/3). Dalam postingan tersebut, terdapat foto Rizaldi bersama ketua KPS Reyza, yang sedang memegang surat resmi pengunduran diri Rizaldi dari kontestasi Pemilihan Sekjen 2019. Caption postingan tersebut berisi klarifikasi Rizaldi Sukma beserta alasannya mundur sebagai kandidat Sekjen SEMA 2019.

Mengaku Didesak Basket untuk Mundur

Seperti yang telah disinggung di awal, saat ditemui Parmagz pada Senin (18/3) di Ruang SEMA. Rizaldi mengatakan dirinya sedang berada dalam dinamika internal Paramadina Basketball. Zaldi menuturkan bahwa pengunduran dirinya dari kontestasi tersebut adalah karena ketua lama Paramadina Basketball, Rakha Ardhan, tidak menerima keputusan Rizaldi maju dalam bursa pencalonan Sekjen 2019. “Ketua lama tidak menerima keputusan saya, yang secara otomatis (Rakha, red) tidak mendukung pencalonan saya sebagai Sekjen,” tutur Zaldi.

Lebih lanjut, Zaldi berkata bahwa dia sadar harus menjalankan amanat yang diberikan oleh ketua lama Paramadina Basketball untuk menjadi ketua baru, oleh karena itu dia akhirnya mundur dari pencalonan Sekjen. “Saya hanya melihat ke depan tidak ke belakang. Dan saya mengecek lagi ke belakang, ada yang mengganjal hati (saya, red) untuk mundur, yaitu dengan harus menjalankan amanat dari ketua lama untuk menjadi ketua Basket. Dan saya yakin itu keputusan terbaik saya.” tutup Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Paramadina ini.

Ketika ditanya tentang permasalahan dia dengan internal basket, Zaldi menyatakan memang dirinya sepanjang masa pencalonan tidak pernah disetujui untuk maju sebagai calon Sekjen, menurut Zaldi, pihak Paramadina Basketball akan kesulitan mencari pengganti Zaldi sebagai Ketua UKM tersebut, “Siapa yang akan menjadi ketua basket jika Zaldi maju menjadi Sekjen?” tiru Zaldi yang juga anggota Divisi Pengabdian Himpunan Mahasiswa HI (HIMAHI) Paramadina ini. Karena hal tersebutlah akhirnya ia mengatakan dengan berat hati harus mundur dan ingin fokus sebagai Ketua UKM Paramadina Basketball.

“Saya sudah memberitahu perihal pencalonan saya (sebagai Sekjen, red), tetapi memang tidak ada kesepakatan dari mereka (Paramadina Basketball, red),” lanjut Zaldi lebih lengkap. Akan tetapi, walaupun Paramadina Basketball tidak menyetujui keputusan Zaldi untuk maju sebagai calon Sekjen, Zaldi tetap maju atas dasar keinginannyanya sendiri, “Ketidaksepakatan tersebut tidak mengurungkan niat saya sebagai calon Sekjen.”

Terkait postingan pengunduran diri melalui instastory pribadinya, Zaldi menyatakan bahwa ketua lama Paramadina Basketball, Rakha Ardhan, yang mendesaknya untuk memposting pernyataan tersebut karena Rakha menurut Zaldi tidak menerima keputusannya menjadi calon Sekjen, “Postingan instastory saya ialah desakan dari ketua lama karena tidak menerima keputusan saya mencalonkan Sekjen.” tegas Zaldi kepada Parmagz.

Berkenaan dengan pengunduran diri Zaldi, Komisi Pemilihan Sekjen (KPS) menjelaskan bahwa mereka baru tahu pengunduran Zaldi setelah melihat instastory dari akun instagram pribadinya. Setelah itu barulah Zaldi mengatakan mundur dari pencalonan lewat personal chat pada ketua KPS, Reyza Arifithra Maghribie, “Zaldi baru memberitahu perihal mundurnya (sebagai calon Sekjen, red) lewat chat pribadi,” tegas Reyza pada Parmagz, Selasa (19/3) di Taman Peradaban Paramadina. (pik/mfa)

 

Indeks Liputan

Liputan 1: Kronologi Pengunduran Diri Rizaldi

Liputan 2: Benarkah Basket Ingin Rizaldi Mundur?

Liputan 3: Rizaldi: Tahun ini Aktornya Gua

Baca juga artikel lainnya terkait pemilihan #Sekjen2019

Reporter: Pikri R. Alamsyah

Editor: M Farobi Afandi

Infografis: Stephany

Bagikan:
94