2 dari 3

Jakarta, Parmagz – Minggu (17/03) lalu, pukul 09.41 WIB, Rizaldi Sukma memberitakan pengunduran dirinya dari pencalonan Sekertaris Jendral (Sekjen) Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina lewat instastory akun Instagram pribadinya. Berdasarkan keterangan dalam instastory Rizaldi dan juga alasan yang tercatat dalam surat resmi pengunduran dirinya, yang diunggah oleh Komisi Pemilihan Sekjen (KPS) lewat akun Instagram SEMA (17/03) pukul 22.01 WIB, pengunduran diri Zaldi disebakan karena adanya dinamika dan desakan dari internal Paramadina Basketball yang menginginkan ia kembali menjadi ketua.

Sebelum mencalonkan diri menjadi Sekjen, Rizaldi adalah ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Basket Paramadina periode 2019 yang secara resmi terpilih pada Desember 2018 lalu. Perihal pencalonannya sebagai Sekjen, seperti yang dilansir Parmagz (13/03), keputusannya untuk maju adalah berdasarkan pada pendiriannya sendiri, setelah melalui dinamika dan diskusi yang ia lakukan beberapa waktu belakangan. Alasan lainnya adalah karena ia merasa terdapat kekosongan dalam SEMA yang harus segera diisi. Sebab itulah ia merasa harus mengisi kekosongan tersebut dengan maju menjadi calon Sekjen SEMA, “Ada ruang kosong yang harus kita isi di SEMA ini, dan karena itulah saya merasa mampu untuk mengisi kekosongan tersebut,” tukas Zaldi saat ditemui Parmagz di ruang SEMA.

Rizaldi atau yang kerap disapa Zaldi ini, mengaku bahwa pada saat proses pencalonannya sebagai Sekjen SEMA, ia berstatus telah diberi cuti sebagai ketua Paramadina Basketaball. Setelah melakukan penelusuran, ada beberapa kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan dari pengunduran diri Zaldi secara tiba-tiba ini. Di antaranya adalah apakah benar Paramadina Basketball mendesak Rizaldi untuk mundur? Apakah Basket memberikan surat rekomendasi pada Rizaldi untuk mencalonkan diri? Dan benarkah Basket telah memberikan cuti pada Zaldi saat maju dalam pencalonan Sekjen?

 

Tidak Mendesak, Hanya Mengingatkan

Pengunduran diri Rizaldi dalam pencalonannya sebagai Sekjen SEMA yang disebabkan adanya dinamika dan desakan dari internal Paramadina Basketball ditanggapi oleh Rakha Ardan, ketua Paramadina Basketball 2018. Dalam wawancara dengan Parmagz pada Selasa (19/03), Rakha memaparkan bahwa adanya dinamika dalam internal basket adalah hal yang benar, namun adanya desakan atas pengunduran diri Zaldi dari pencalonan Sekjen, adalah suatu hal yang keliru.

“Sebenernya bukan desakan, cuman dari internal basket sendiri lagi gak terlalu baik. Di saat itu juga Zaldi lagi pengen maju Sekjen. Sebenernya dari pengurus basket juga gak ada desakan untuk Zaldi berhenti (menjadi calon Sekjen, red). Cuman kita mengingatkan kembali Zaldi. Tapi desakan untuk mundurnya gak ada sama sekali, cuman mengingatkan doang kalo basket butuh Zaldi.”

Rakha melanjutkan bahwa, kebutuhan UKM Basket terhadap kembalinya Rizaldi sebagai ketua, dikarenakan Basket tidak memiliki calon lain sebagai pengganti, dan karena kondisi di dalam dapur basket yang sedang tidak baik, “Itulah salah satu alasan kenapa kami mengingatkan Zaldi untuk tetap di Basket. Karena dapur basket sedang tidak baik dan terdapat masalah. Dan dengan majunya dia menjadi Sekjen, itu akan menambah masalah di dapur basketnya.” Terang Rakha kepada Parmagz. Rakha kemudian kembali menegaskan, “Tapi saya tekankan sekali lagi, tidak ada desakan dari pengurus basket sendiri. Memang pure, tidak ada desakan dari UKM Basket, Basket hanya mengingatkan saja,” tegasnya.

 

Tidak Memberikan Surat Rekomendasi

Seperti yang tertera dalam Anggaran Dasar Kongres Pasal 21 Ayat 7, bahwa syarat pencalonan Sekjen adalah mendapatkan minimal 2 surat rekomendasi baik dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) maupun UKM yang berstatus anggota SEMA.

Terkait dengan surat rekomendasi pencalonan diri Rizaldi sebagai Sekjen SEMA, ternyata UKM Basket tidak memberikan surat rekomendasi atas pencalonannya. Karena informasi tentang majunya Zaldi sebagai calon Sekjen SEMA, baru diketahui oleh UKM Basket secara mendadak, karena sebelumnya Zaldi tidak pernah bercerita sama sekali mengenai rencananya untuk maju menjadi calon Sekjen. Setelah Zaldi mendaftarkan diri menjadi kandidat ke Komisi Pemilihan Sekjen (KPS).

“Basket tahu mendadak, jadi tidak ada cerita dari Zaldi (sebelumnya, red) dan otomatis Basket tidak memberi surat rekomendasi untuk pencalonan Zaldi menjadi Sekjen.” Jawab Rakha saat dihubungi Parmagz lewat sambungan telepon. Rakha menyayangkan keputusan KPS meloloskan Rizaldi sebagai calon Sekjen SEMA karena dalam hal administrasi Rizaldi tidak memenuhi syarat sebagai calon Sekjen.

Rakha menegaskan bahwa memang Zaldi mendaftarkan diri menjadi calon Sekjen, tanpa sepengetahuan Paramadina Basketball sama sekali, dan dengan tegas Rakha menyatakan bahwa Basket tidak pernah memberikan surat rekomendasi pada Zaldi untuk maju, “Zaldi naik menjadi calon Sekjen tanpa sepengetahuan pengurus Basket. Sekali lagi, dari Basket sendiri tidak memberikan surat rekomendasi. Dan kami tidak tahu kenapa KPS meloloskan berkas Zaldi.” Pada titik ini, jelas terdapat kejanggalan pada berkas yang diajukan Zaldi, yang anehnya tetap diterima dan diloloskan oleh KPS.

Saat ditanya mengenai masalah kelengkapan berkas Rizaldi, Nasarullah Hamid, atau kerap disapa Nawa, Sekjen SEMA 2018 ini menanggapi bahwa dia tidak tahu menahu masalah berkas Zaldi, dan dia tidak ingin mengintervensi jalannya pemilihan Sekjen, akan tetapi, ternyata Nawa lah yang memberikan surat rekomendasi atas pencalonan diri Rizaldi.

“Saya tidak tahu untuk permasalahan berkas, kerena sekali lagi saya tidak pernah mau mengintervensi pemilihan Sekjen ini. Yang saya tahu, bahwa Zaldi itu terakhir saya duduk di sini (Ruang SEMA, red) dia tiba-tiba aja minta SK. Ya saya kasih SK,” jelas Nawa saat ditemui Parmagz, (18/03).

Dalam hal pemberian Surat Keputusan (SK) yang merupakan bentuk rekomendasi ini, posisi Rizaldi saat itu adalah salah satu dewan dalam SEMA. SK ini diberikan Nawa dalam kapasitasnya sebagai Sekjen, yang memberikan rekomendasi pada salah satu dewannya untuk maju menjadi calon Sekjen berikutnya. Akan tetapi tetap saja belum memenuhi persyaratan pencalonan Sekjen, yang mengharuskan kandidat memiliki 2 surat rekomendasi ini.

Nawa mengaku, sebelum memberikan SK tersebut, ia terlebih dahulu menanyakan perihal SK itu kepada Zaldi, perihal tujuan dari pembuatan SK ini, Zaldi menerangkan bahwa SK ini untuk keperluan dirinya maju sebagai calon Sekjen. Saat Nawa menanyakan mengenai posisi Zaldi sebagai ketua Basket, Zaldi menyatakan bahwa ia sedang diberikan cuti oleh pihak Basket dan posisinya sedang digantikan oleh pelaksana tugas (PLT).

 

Kejanggalan Administrasi Pencalonan Rizaldi

Terkait tentang status cuti Rizaldi dalam pencalonannya sebagai Sekjen SEMA, Rakha Ardhan menyatakan bahwa UKM Basket belum sama sekali memberikan cuti apalagi melalui surat resmi, hal itu menurut Rakha dikarenakan, karena ada, “… misscom dari Rizaldinya, tetapi dia ngomongnya telat. Dan baru ngomong setelah dia jadi kandidat,” cerita Rakha.

Basket dalam hal ini tegas, bahwa mereka tidak sedang memberikan cuti seperti apa yang dikatakan Rizaldi, dan baru mengetahui pencalonan Zaldi setelah dia mendaftar ke KPS. Jika demikian berarti bahwa, saat mencalonkan diri sebagai Sekjen, posisi Zaldi adalah masih berstatus sebagai ketua Paramadina Basketball aktif.

“Zaldi naik mendadak tanpa pemberitahuan kepada pihak Basket. Zaldi baru memberitahu pihak Basket setelah berkasnya itu naik untuk pencalonannya,” lanjut Rakha sembari memberi penegasan kembali, “Zaldi naik menjadi calon Sekjen tanpa sepengetahuan Pengurus Basket.”

Berdasar pada keterangan Rakha, nyata bahwa tidak ada desakan Paramadina Basketball sama sekali terhadap pengunduran diri Zaldi dari pencalonannya. Di sisi lain, Zaldi baru mengabarkan pada Basket bahwa dirinya maju menjadi calon Sekjen SEMA, setelah ia menyetorkan berkas pencalonannya kepada KPS. Artinya selain tidak adanya surat rekomendasi dari UKM Basket, surat cuti pun belum diberikan oleh Basket saat Rizaldi menyetorkan berkasnya pada KPS.

Secara administratif, berkas pencalonan diri Rizaldi tidak lengkap dan belum memenuhi persyaratan yang tertera pada Pasal 21 Ayat 7. Dan alasan Zaldi untuk mundur dari pencalonan karena adanya desakan, tidak dibenarkan oleh pihak Basket sama sekali. (mun/mfa)

 

Indeks Liputan

Liputan 1: Kronologi Pengunduran Diri Rizaldi

Liputan 2: Benarkah Basket Ingin Rizaldi Mundur?

Liputan 3: Rizaldi: Tahun ini Aktornya Gua

Baca juga artikel lainnya terkait pemilihan #Sekjen2019

Reporter: M. Nurholif Amin

Editor: M Farobi Afandi

 

Bagikan:
127