Suasana liburan akhir tahun begitu terasa ketika saya memanfaatkan kesempatan perdana saya untuk mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Perpustakaan yang terletak di Jalan Medan Merdeka  Selatan No. 11 Jakarta Pusat ini, kerap dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, dari sebagai tujuan pemuda-pemudi yang masih single, atau pun menjadi tujuan liburan para keluarga yang mengajak anak-anaknya untuk melihat pemandangan kota sekaligus menikmati bacaan yang tersedia di dalam perpustakaan yang telah dibuka sejak 17 Mei 1980. 

Selain karena lokasinya yang strategis di pusat kota, Perpustakaan Nasional juga menyediakan berbagai fasilitas menarik yang pastinya seru abis!. Gak heran kalau Perpustakaan Nasional sekarang menjadi solusi liburan yang seru, dan tentunya edukatif bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Yuk Datang ke Perpustakaan Nasional!

KRL Commuter Line bisa menjadi salah satu pilihan transportasi umum yang kamu coba untuk berkunjung ke Perpustakaan Nasional. Kamu bisa turun di Stasiun Gondangdia  dan berjalan kaki sekitar 20 menit untuk sampai ke Perpustakaan Nasional. Atau, jika kamu enggan berjalan kaki dan ingin mempersingkat waktu, kamu bisa memesan ojek online dengan biaya sekitar Rp. 10.000 dari Stasiun Gongdangdia. Kamu juga bisa lho datang ke Perpustakaan Nasional RI dengan menggunakan Transjakarta, hanya dengan membayar Rp. 3,500, kamu tinggal naik dari halte terdekat tempat kamu tinggal dan turun di halte Balai Kota, setelah itu tinggal keluar halte Transjakarta dan menyebrang ke sisi selatan Perpustakaan Nasional RI.

Perpustakaan Nasional buka setiap hari kecuali Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Jika ingin puas berkeliling dan menyusuri setiap lantai, saya sarankan untuk datang di hari Senin-Kamis karena jam layanan lebih panjang. Buka mulai pukul 08.30-18.00 WIB. Sebelum mulai berkeliling jangan lupa mendaftarkan diri sebagai anggota Perpustakaan Nasional. Biayanya gratis. Kamu cukup mengisi biodata melalui komputer yang tersedia di bagian layanan Lantai 2. Kartu anggota yang nantinya diperoleh mempermudah kamu untuk mengakses fasilitas dan layanan yang disediakan Perpustakaan Nasional. Jangan khawatir apabila kamu merasa akan kehilangan waktu saat mendaftar, karena sekarang, pendaftaraan kartu anggota sudah cepat dikarenakan ada banyak komputer yang tersedia dan kamu pun juga akan dibantu oleh beberapa petugas dari Perpusnas pada saat pendaftaran diri. Proses registrasi pun akan terasa nyaman, karena keramahan petugas, dan ruang tunggu yang luas bakal membuat kamu menikmati proses pendaftarannya, lho!

Wego/Halida

Wego/Halida

Perpusnas Bukan Hanya Sekadar Tempat Membaca Buku!

Perpustakaan Nasional bukan hanya sekadar tempat membaca buku, lho. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan di sini. Mulai dari menonton berbagai film yang telah disediakan, ikut seminar atau workshop, menikmati keindahan lukisan sampai pemandangan Tugu Monas dari lantai 24, semuanya bisa kamu lakukan di dalam perpustakaan ini! Kamu bisa mengetahui info kegiatan terbaru yang biasanya rutin diperbaharui lewat akun instagram Perpusnas. 

Kalau kamu salah satu pengguna aktif Instagram, saya sarankan untuk memfollow akun Instagram resmi Perpustakaan Nasional di @perpusnas.go.id. Karena di sana terdapat informasi terkait acara seminar atau pun workshop gratis yang bisa teman-teman Parmagz hadiri nantinya. Teman-teman Parmagz pastinya gak mau ketinggalan informasi terbaru seputar seminar dan workshop gratis kan? Selain kamu bisa membaca buku dan melakukan aktivitas seperti menonton film, jangan sampai kelewatan untuk mengikuti seminar atau pun workshop yang diadakan oleh Perpusnas ya! Karena pastinya bakal bermanfaat bagi para pengunjung Perpusnas. 

Parmagz/Della

Menikmati Pemandangan Tugu Monas ditemani angin sepoi-sepoi dari lantai 24.

Sebelum menutup kunjungan perdana ke Perpustakaan Nasional, saya menyempatkan mampir ke Lantai 7 yang dikhususkan untuk Anak-Anak, Lansia dan penyandang Disabilitas. Di sini, selain koleksi bukunya yang variatif, ruangannya pun dipenuhi oleh mainan dan boneka, dijamin kalo teman-teman Parmagz membawa anak kecil, pasti mereka akan betah di ruangan ini.

Di Lantai 7 ini saya juga menelusuri rak-rak buku yang disediakan untuk teman-teman tuna netra. Meraba huruf-huruf braile di atas kertas putih polos menghadirkan perasaan haru di hati saya. Debut perdana saya dalam mengunjungi Perpustakaan Nasional membuat saya untuk selalu mensyukuri sepasang mata yang dititipkan Sang Maha Pencipta. Sepasang mata yang selama ini terus-menerus menemani kita untuk membaca tulisan demi tulisan, yang juga  ditemani warna-warni dunia.

 

Penulis: Della Pioresti

Editor: Pikri R. Alamsyah

 

Bagikan:
57