“Apabila tidak mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri, bagaimana ya?”

“Apakah masyarakat menganggap saya bodoh?”

“Apakah saya mampu mendapatkan pekerjaan yang layak?”

“Bagaimana dengan masa depan saya?”

Apakah Anda pernah berpikir demikian ? hati-hati ya, dengan dampak yang ditimbulkan.

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang berinteraksi secara terus menerus dengan manusia lainnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita membutuhkan manusia lainnya dalam hidup kita seperti halnya pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas lainnya. Kita bertemu dengan banyak orang selama kita hidup di muka bumi ini. Namun, pada akhirnya setiap manusia mempunyai pilihan sendiri dalam berbagai kehidupannya seperti pekerjaan, gaya hidup, lingkungan sosial, dan bahkan percintaan

Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan apa yang ingin dilakukan. Ada banyak pilihan yang bisa kita ambil. Namun, bagaimana jika kita takut dalam mengambil pilihan dan memikirkan nya terus menerus? hati hati kamu bisa terjebak dalam gejala overthinking.Gejala ini rentan dialami oleh mayoritas masyarakat di umur 25 tahun yang mengalami quarter life crisis (apa itu quarter life crisis? Bisa ditambahkan dgn komprehensif ya) atau para pekerja dan mahasiswa yang sudah memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri. Yuk kenali apa itu overthinking di bawah ini

Faktor dan Penyebab Overthinking

Are you an overthinker? Here's how you can stop | Lifestyle News,The Indian  Express

Overthinking adalah salah satu penyebab dari gangguan mental. Menurut ahli psikologi, Ahmadi (2009) menyebutkan overthinking adalah proses penyelesaian masalah atau proses berpikir yang terlalu berlebihan, sehingga memberikan kerugian dan manfaat yang tergantung intensitas yang dilakukan. Faktor yang menyebabkan nya adalah dari tuntutan lingkungan sekitar seperti mahasiswa yang harus mendapatkan nilai bagus pada saat ujian, para pekerja yang dituntut untuk selalu aktif, dan anak yang dituntut untuk masuk ke universitas impian.

Dampak yang ditimbulkan adalah stress berkepanjangan dengan memikirkan sesuatu yang berlebihan. Wicaksana (2005) menyebutkan bahwa kondisi stress dapat berlanjut menjadi gangguan mental dan perilaku, namun dapat pula tidak, tergantung pada kuat lemah nya status mental atau kepribadian seseorang. Hal yang paling fatal adalah ketika kamu sudah berfikir untuk bunuh diri dan benci dengan diri sendiri. Jika sudah seperti itu kamu butuh bantuan dari orang terdekat kamu ya. Berikut adalah gejala yang ditimbulkan dari Overthinking.

Perasaan sedih

Rasa sedih bisa membuat kita merasa tak berarti. Perasaan seperti ini bisa terjadi dalam waktu singkat. Namun, banyak orang yang turut merasakan nya dalam jangka waktu yang lama. Saat seperti ini kita merasa tak berarti, ingin menangis, dan memnghabiskan waktu sendirian.

Cemas yang berlebihan

Cemas atau bahasa lain nya adalah anxiety attack adalah keadaan dimana kamu terus memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi pada diri kamu. Seperti memikirkan nilai ujian, padahal kamu pun belum melaksanakan ujian tersebut. Orang yang mengalami kecemasan berlebihan kerap kali merasa khawatir dan takut secara terus-menerus.

Perubahan pola pikir

Perubahan pola pikir ini dimana ketika kamu berubah cara memandang sesuatu atau seseorang karena kondisi kamu sekarang. Kamu tidak suka dengan warna merah karena kamu pernah dimarahi oleh seseorang yang mengenakan baju  bewarna merah. Kamu akan terus menganggap warna merah itu adalah hal yang selalu buruk dikarenakan ada latar belakang yang pernah kamu alami.

Halusinasi

Sensasi ketika seseorang melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenernya tidak nyata. Efek seperti ini yang menyebabkan kita takut untuk berpegian keluar rumah karena takut apa yang dialami nya seakan akan berasa nyata.

Help! I Can't Stop Overthinking! – YMI

Lalu bagaimana cara mencegah supaya hal tersebut tidak terjadi? Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kenali diri kamu sendiri, karena kamu tahu apa yang sedang kamu rasakan. Ada beberapa langkah yang dilansir dari pijarpsikologi.org  untuk mengurangi risiko gangguan mental ini, yaitu:

Mengubah pola pikir

kamu harus membiasakan diri untuk bersosialisasi dalam lingkungan kamu. Bersosialisasi dapat meningkat dan mengubah cara kamu memandang suatu hal dari berbagai perspektif yang berbeda. Jadi ketika kamu memandang suatu hal, kamu bisa melihat dari sisi yang belum kamu ketahui.

Bergaul dengan pada lingkungan satu visi

Tidak dibisa dipungkiri bahwa setiap orang mempunyai tujuannya masing-masing. Kita bebas untuk memilih lingkungan yang suka, tetapi kita juga harus memilih lingkungan yang satu tujuan dan bisa membuat kita untuk maju kedepannya.

Berbagi cerita

bercerita kita tentang keluh kesah yang kamu rasakan kepada teman teman mu. Bercerita mungkin sesuatu yang biasa saja, tetapi itu akan membantu kamu untuk kedepan nya. mungkin teman teman mu bisa mempunyai solusi alternatif untuk menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi

Lakukan olahraga rutin

didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jangan malas untuk giat berolahraga, lakukanlah dengan rutin walau hanya sebentar seperti jogging di sekitar tempat tinggal mu atau kamu bisa melakukan yoga didalam rumahmu. Tetapi ingat, yang rutin ya

Tidur yang berkualitas

Tidur sangat penting bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Kualitas tidur malam yang baik akan membuat kamu lebih segar keesekokan hari nya. Tidur berkualitas berarti tidur yang nyenyak dengan waktu yang cukup

Minta bantuan dengan tenaga ahli

Berkonsultasi dengan yang ahli adalah hal yang paling baik. Kamu bisa menceritakan apa yang kamu rasakan sekarang kepada yang ahli (dokter atau psikolog) untuk menyelesaikan masalah yang ada di dalam diri kamu.

Jadi, sudah tau ya apa itu gejala overthinking. Memikirkan suatu masalah dan mencari jalan keluarnya adalah suatu keharusan bagi umat manusia. Tetapi, jika memikirkan nya secara terus menerus akan menjadi hal yang fatal. Pergilah sebentar dari rutinitas keseharianmu, bermain lah dengan teman-temanmu, bertukarlah cerita dengan sahabat mu. Dengan begitu kamu akan melupakan pikiran negatif mu. Namun, apabila kamu sudah tidak kuat dengan perubahan yang kamu alami, kamu butuh bantuan dari dokter, psikolog, dan orang terdekat kamu ya. (dim/mna)

Penulis: Dimas Yusuf Rinaldi

Editor: M Nurholif Amin

 

Bagikan:
97