Jakarta, Parmagz – Minggu (21/1) telah berlangsung kegiatan TTA Folklore Festival yang diselenggarakan oleh UKM Tari T-ta Paramadina di Aula Nucholis Madjid Universitas Paramadina. T-ta Folklore Festival sendiri merupakan sebuah festival kebudayaan yang berisi perlombaan tari serta fotografi. Kegiatan ini ditujukan sebagai wadah generasi muda yang mencintai tari tradisional untuk menunjukkan hasil dari kiat-kiat mereka selama ini dalam belajar menari serta sebagai wadah untuk melestarikan budaya Indonesia.

T-ta Folklore ini awalnya terdapat tiga perlombaan budaya yakni tari tradisional, tari Ratuh Jaru (Saman), serta lomba fotografi. Namun akhirnya hanya lomba tari tradisional dan fotografi yang terlaksana. Hal tersebut dikarenakan peserta lomba Ratuh Jaru yang merupakan siswa SMA/ sederajat yang sudah mendaftar ternyata punya agenda lain di sekolah mereka dan banyak sekolah yang belum libur. Selain itu pelaksanaan T-ta Folklore Festival ini juga harus diundur dari rencana awal yakni bulan November menjadi bulan Desember karena sebagian besar para peserta ternyata sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester di kampusnya, begitupun dengan Universitas Paramadina yang pada bulan itu juga sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester. Margaretha Meggy saat ditemui tim Parmagz di Aula Nurcholish Madjid menerangkan bahwa mundurnya waktu pelaksanaan ini bisa terjadi karena pembuatan rencana dan pemilihan waktu kegiatan sebelum kalender akademik terbit. Hingga akhirnya T-ta Folklore ini dapat terselenggara dengan meriah.

Dalam festival ini T-ta Paramadina juga menunjukkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia lewat tari dan galeriT-ta. Galeri T-ta Paramadina diisi dengan banyak benda-benda budaya Indonesia yang sangat menarik. Hal tersebut menjadikan galeri T-ta ini diburu para peserta dan pengunjung sebagai spot berfoto.

Nina Agnina pemenang lomba fotografi dari Poltekes Kemenkes DKI Jakarta III. (Foto: Instagram @ttaparamadina)

Perlombaan tari tradisional diikuti 8 peserta yakni Poltekes Kemenkes DKI Jakarta III, Polimedia (2 tim), Stikes mitra keluarga (2 tim), FKG Trisakti, STIE Kusuma Negara dan Universitas Krisnadwipayana. Untuk lomba fotografi sendiri pesertanya terlihat lebih banyak daripada lomba tari tradisional. Untuk lomba tari tradisional dan fotografi ini dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga sore hari. Tari yang dibawakan dari masing-masing peserta cukup beragam dan mewakili berbagai budaya Indonesia mulai dari tari dari pulau Sumatra, pulau Jawa hingga tari dari pulau Kalimantan. Selama peserta tari tradisional menampilkan persembahannya, para peserta lomba fotografipun juga berusaha menangkap momen-momen indah para peserta tari tradisional.

Para pemenang lomba tari tradisional Juara I, II, dan III.

Sore hari telah tiba dan gemuruh para pendukung dan peserta perlombaan mulai riuh terdengar dari Aula Nurcholis Madjid karena akan berlangsung pengumuman hasil perlombaan. Lomba fotografi dengan nuansa “Bestari Gemilang Nusantara” dimenangkan oleh Nina Agnina dari Poltekes Kemenkes DKI Jakarta III. Sedangkan para pemenang lomba tari tradisional TTA Folklore Festival yakni Juara I: Polimedia (Tim A), Juara II: Poltekes Kemenkes DKI Jakarta III, Juara III STIKES Mitra Keluarga (Tim A).

Tita dan Bilqis peserta tari tradisional dari Polimedia.

Bilqis dan Tita yang merupakan peserta tari tradisional dari Polimedia merasa bahwa mengikuti kegiatan TFF ini sangat mengasyikkan, salah satu alasannya karena mereka sangat menyukai seni tari.

“Yang pasti ikut TFF asik banget karena kita suka nari terus kita. Diseleksi dari banyak orang menjadi dua tim, awalnya pesimis karena banyak yang lebih unggul terus akhirnya lolos seleksi dan latihan rutin. Saat latihanpun juga sedikit terganggu dengan ujian-ujian soalnya kan lagi masa-masa uas, tapi akhirnya kita bisa melaluinya sampai bisa tampil di Universitas Paramadina Ini.” Ucap Bilqis dan Tita saat ditemui tim Parmagz di selasar Aula Nurcholis Madjid. (vjy)