Jakarta, Parmagz – Tsamara Amany Alatas, mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 6 Universitas Paramadina sekaligus Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, kini tengah menjadi sorotan publik karena ‘perang’ yang ia lakukan dengan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Adu argumen antara Tsamara dan Fahri berlangsung panas hingga menimbulkan Twit War atau perang di media sosial Twitter sejak Kamis (6/7) hingga Jumat (7/7). Twit War dimulai ketika Fahri terus menerus membuat postingan seputar kritik terhadap KPK, kemudian Tsamara menanggapi karena merasa ‘gerah’ dengan sikap Fahri.

Saya bingung belakangan ini Wakil Ketua DPR @FahriHamzah makin getol menyerang dan bahkan ingin membubarkan KPK,” tulis Tsamara di akun Twitter pribadinya @TsamaraDKI.

Fahri pun membalas tweet Tsamara. “Kalau menurut saya, sukses artinya ya koruptor habis, masalah selesai, negara maju dan rakyat sejahtera.”

Perdebatan antara Tsamara dan Fahri semakin panas, hingga Fahri meminta Tsamara untuk datang ke gedung DPR agar ia bisa menjelaskan dengan lebih detail. Akan tetapi, Tsamara menganggap isu antara DPR dan KPK ini bukanlah masalah pribadi, melainkan masalah rakyat Indonesia yang harus diselesaikan dengan diskusi terbuka. Menanggapi hal tersebut, Fahri sempat membalas salah satu mention dengan menyebut Tsamara berasal dari partai baru yang masih butuh didikan. Tsamara pun membalas dengan pernyataannya bahwa perjuangan ia dan teman-temannya untuk memberantas korupsi tak setengah-setengah.

Tak sampai di situ, Tsamara sempat membuat lima serial video berjudul Tsamara Menjawab, 5 Sesat Pikir Fahri Hamzah Tentang KPK. Video tersebut diunggahnya di media sosial dengan menyajikan data-data untuk mematahkan argumen Fahri Hamzah.

Setelah keduanya viral di media sosial, pada Selasa (11/7), pasangan yang disebut Karni Ilyas ‘hits’ itu dipertemukan dalam acara Indonesia Lawyer Club. Dalam acara tersebut, keduanya kembali adu argumen. Tsamara ‘menyerang’ Fahri dengan tegas dan menyajikan beberapa data, sedangkan Fahri hanya menanggapinya dengan santai.

Tweet Pak Fahri tentang mengapa 15 tahun KPK berdiri tapi kok masih ada yang korupsi itu menarik. Seperti analogi sudah bertahun-tahun rumah sakit berdiri tapi masih ada saja orang yang sakit, apakah itu berarti rumah sakit dan dokternya tidak bekerja dengan benar? Itu tidak masuk akal,” ujar Tsamara.

Tsamara juga menyebutkan bahwa DPR belum memberikan bukti konkrit atas tuduhannya terhadap KPK dan DPR juga harus otokritik terhadap lembaganya, bukan terus mengkritik lembaga lain. Menurut Tsamara, KPK bukan di bawah kontrol politik karena sejauh ini KPK sudah menindak bahkan menangkap koruptor-koruptor yang memiliki afiliasi politik, seperti besan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sekjen Partai Nasdem, sampai adik ipar dari Presiden Joko Widodo. Ia juga menambahkan berdasarkan survei dari SMRC bahwa 6,1% rakyat percaya kepada DPR dan 64,4% rakyat justru lebih percaya kepada KPK.

Menanggapi argumen dari Tsamara, Fahri membalas santai dengan mengapresiasi perempuan kelahiran Jakarta, 24 Juni 1996 tersebut. Ia berkata bahwa Tsamara cukup berani melayangkan argumennya. Namun, dalam kesempatan itu, Fahri turut mengkritik Tsamara.

“Ungkapan beliau (Tsamara) itu elementer, tapi ya tidak apa-apa. Memang begitulah cara generasi mereka berpikir. Mereka lahir di era pascareformasi dengan keterbukaan media, kalau kita ini kan lahir sebelum reformasi, merasakan otoritarianisme dan mengetahui betapa beratnya kalau kita membiarkan lembaga negara memiliki kewenangan-kewenangan yang ekstra,” balas Fahri.

Alih-alih menanggapi Tsamara lebih jauh, Fahri justru berkata bahwa KPK sukses membangun citranya sebagai lembaga independen. Hal ini dikarenakan Fahri pernah bertemu salah satu perusahaan Amerika Serikat yang mengaku membantu KPK membangun citranya. Fahri pun berkata Tsamara adalah salah satu generasi yang ‘terjaring’ citra KPK itu.

“Generasi Tsamara ini yang sukses dijaring KPK. Saya juga tidak ada masalah dengan beliau (Tsamara) dan saya ingin berdiskusi, termasuk dengan teman-teman NGO yang mendukung KPK,” tutup Fahri.

IMG_7042

Postingan Instagram Fahri Hamzah usai acara Indonesia Lawyer Club. (Sumber: Instagram @fahrihamzah)

Setelah acara Indonesia Lawyer Club berakhir, Fahri tampak mengunggah postingan di akun Instagram pribadinya dengan pesan yang ia sampaikan untuk Tsamara.

Selamat datang Tsamara dalam jagad politik yang kau anggap nista… bernafaslah… waspadalah… karena tak mudah,” tulisnya. (lm)