Cover Buku Filosofi Kopi karya Dewi 'Dee' Lestari. (Foto: minabooks.blogspot.co.id)

Cover Buku Filosofi Kopi karya Dewi ‘Dee’ Lestari. (Foto: minabooks.blogspot.co.id)

Judul Buku : Filosofi Kopi – Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Pengarang   :   Dewi ‘Dee’ Lestari

Penerbit       :   Truedee Books, Gagas Media & Penerbit Bentang

Tahun Terbit    :   2006

Jumlah Halaman  :  XIV + 142 Halaman

Jenis Buku :  Fiksi

 

Filosofi Kopi adalah kumpulan 18 cerpen dan prosa milik Dewi “Dee” Lestari yang telah ditulisnya dalam kurun waktu 1995 hingga 2005. Cerpen utamanya adalah Filosofi Kopi yang juga menjadi judul buku ini, bercerita tentang Ben dan Jody, seorang barista handal dalam meramu racikan kopi. Bersama dengan Jody, Ben mendirikan sebuah kedai kopi bernama filosofi kopi dengan slogan temukan diri anda di sini. Kedai yang didirikannya tersebut menjadi sangat ramai dan penuh pengunjung bukan hanya penggemar kopi saja namun mereka yang tidak suka kopi sama sekalipun turut serta menjadi salah satu pelanggan tetapi kedai kopi tersebut.  Hingga suatu sore, seorang pria kaya raya mendatangi Ben dan menantangnya untuk membuat sebuah ramuan kopi yang apabila diminum akan membuat kita menahan napas saking takjubnya, dan cuma bisa berkata hidup ini sempurna.

Selain Filosofi Kopi, ada 17 cerpen dan prosa menarik lainnya seperti Mencari Herman, Sikat Gigi, Lara Lana, Lilin Merah, Spasi, Buddha Bar, dan masih banyak lagi. Seperti buku-buku Dee yang lainnya, penggunaan syair dan rima yang indah sudah menjadi ciri khasnya. Penggunaan kalimat yang tidak bertele-tele menambah pemaknaan pada setiap paragraf yang berhasil menyatu dan memberikan keindahan yang berbeda. Ide-ide menarik dalam setiap cerita membuat kesan tersendiri pada pembaca. Penggunaan beberapa kata yang tidak familiar pun menjadi suatu daya tarik yang membuat kumpulan cerpen dan prosa ini menjadi lebih segar, meskipun banyak yang menganggap bahwa hal ini adalah suatu kekurangan atau hal yang tidak perlu.

Menurut saya, satu-satunya kekurangan dari buku ini adalah sampul bukunya yang terkesan usang. Konsep vintage yang digunakan pada sampul buku ini sekiranya kurang berhasil untuk memikat mata. Jika hanya melihat pada sampulnya saja, saya tidak akan tertarik untuk membeli buku ini.

Cerpen favorit saya di Filosofi Kopi adalah Lara Lana dan Rico de Coro. Lara Lana bercerita tentang kisah cinta seorang Lana dengan pasangannya yang tidak berakhir dengan baik. Plot twist di akhir cerpen ini membuat pembaca sangat kaget sekaligus kagum dengan cara penulisan cerpen ini sehingga kita yang membacanya tidak bisa mengira akhir dari cerita ini seperti apa. Cerpen Rico de Coro bercerita tentang seekor kecoa yang jatuh cinta terhadap seorang manusia. Ya, kecoa. Apakah spoiler dari dua cerpen tersebut membuat Anda penasaran? Filosofi Kopi dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang Anda! (fan)