Jakarta, Parmagz – Young On Top Campus Ambassadors kembali menyelenggarakan acara sosial tahunan Love Donation untuk ketujuh kalinya. Love Donation 2017 berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, 18-19 Februari 2017, di Centre Court Mal Ciputra Jakarta Barat. #KitaUntukThalassemia merupakan tema yang diangkat Love Donation 2017 tahun ini, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penyakit Thalassemia. Love Donation 2017 menggelar donor darah akbar bagi para pengunjung Mal Ciputra, yang berhasil mengumpulkan sebanyak 500 kantong darah selama dua hari.

Tidak hanya donor darah, Love Donation 2017 juga menggelar talkshow bertajuk “Donating Blood is My Lifestyle oleh Zaskia Ridyanti Putri, dr. Ludi Dhyani Rahmartani (Dokter Hematologi), Valencia Mieke Randa (Founder BloodForLife), Palmira Vidya Mumpuni (Founder Love Donation), Annisa Octiandri Pertiwi (Thalassemia Movement), Yudhinia Venkanteswari (Chairperson BloodForLife), dan Kila Shafia (Ambassador Love Donation 2017) pada hari pertama dan “Gerakan Sosial Anak Muda dan Thalassemia oleh drg. Dina Riani, Rinie Amaluddin (Ketua Yayasan Thalassaemia Indonesia), dr. Martaviani B. (Dokter Spesialis Anak), Dhona Rifana (Thalassemia Survivor), Candra Septiani Putri (Koordinator Pusat Edukasi Tim Donor Darah Info), Jonathan Christianto (Mentor Young On Top Campus Ambassador), dan Chilla Kiana (Ambassador Love Donation 2017) pada hari kedua. Ada pula music performances oleh artis-artis ternama seperti Cakra Khan, Soulvibe, BLINK, Chilla Kiana, Kila Shafia, serta penggalangan donasi.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Veronika Dini sebagai Head of Young On Top Campus Ambassadors, perwakilan Mal Ciputra, PMI, dan Project Officer Love Donation 2017, Syifa Mutiara Putri. Selagi mendonorkan darah, pengunjung bisa menikmati talkshow serta live music yang terus mengiringi acara. Tidak hanya itu, Love Donation 2017 juga mengadakan Quiz and Games seputar Thalassemia bagi para pengunjung yang hadir.

“Menurut WHO, setiap negara memiliki target 2% dari jumlah penduduk untuk mendonorkan darah setiap tahunnya. Itu berarti, paling tidak Indonesia memiliki target 5,1 juta kantong darah dari kurang lebih 250 juta penduduk. Tetapi, data Palang Merah Indonesia menunjukan hanya ada 4,6 juta kantong darah di Indonesia di tahun 2016. Itu mengartikan banyak masyarakat Indonesia yang belum menjadikan donor darah sebagai gaya hidup,” jelas Yudhinia Venkanteswari (Chairperson BloodForLife) dalam talkshow “Donating Blood Is My Lifestyle”.

Kesadaran masyarakat terhadap penyakit Thalassemia yang masih tergolong rendah menjadi alasan kuat mengapa Young On Top Campus Ambassadors mengangkat tema yang satu ini. Padahal menurut data Yayasan Thalassaemia Indonesia, tercatat 7,711 anak di Indonesia lahir dengan Thalassemia Mayor. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana penyakit genetik ini diturunkan.

“Thalassemia Mayor merupakan penyakit genetik yang diturunkan dari pernikahan antara pasangan pembawa gen Thalassemia. Namun, banyak masyarakat yang belum sadar dirinya memiliki gen Thalassemia karena tidak ada perbedaan antara pembawa gen Thalassemia dan orang biasa. Untuk itu, perlu dilakukan screening darah sebelum menikah, untuk menghindari jumlah kelahiran dengan penyakit Thalassemia Mayor,” jelas dr. Martaviani B. dalam talkshow “Gerakan Sosial Anak Muda dan Thalassemia”.

Love Donation 2017 terbukti sukses dilihat dari antusias dan ramainya para pengunjung. Ada beberapa yang datang khusus untuk mendonorkan darah dan ada pula yang secara tidak sengaja melihat dan ikut mendonorkan darah. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa berbagi melalui penggalangan donasi, yang hasilnya akan disalurkan ke Yayasan Thalassaemia Indonesia untuk membantu pengobatan dan transfusi darah teman-teman penderita Thalassemia.

“Aku sih kebetulan lagi main ke sini, biasanya Mal Ciputra memang mengadakan (acara donor darah) secara rutin, biasanya kalo di sini aku memang sering donor,” ujar Nata dari Cengkareng.

Love Donation 2017 tak hanya menggerakan aksi peduli Thalassemia, tetapi juga membuka wadah bagi masyarakat untuk berbagi di bulan kasih sayang. Berbagi tak hanya dapat dilakukan secara materi, tetapi juga lewat donor darah. (fan/lm)