Organisasi Kemahasiswaan Universitas Paramadina (OKUP) merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam segi non akademik. Setelah dilakukan riset mengenai ketertarikan mahasiswa terhadap OKUP, 3 dari 15 mahasiswa tidak bergabung dalam OKUP apapun, 12 sisanya bergabung dengan beberapa OKUP dan 3 diantaranya mengaku tidak terlalu aktif dalam OKUP yang diikutinya. Dari data tersebut terlihat antusias mahasiswa untuk berorganisasi dapat dikatakan cukup baik. Ada yang mengikuti 2 OKUP bahkan ada yang bergabung di lebih dari 4 OKUP.

Beberapa mahasiswa memang beranggapan bahwa organisasi penting sebagai wadah untuk berlatih sosialiasi. Terlebih dengan menyandang nama mahasiswa, kegiatan organisasi menjadi tempat untuk belajar bermasyarakat.  Kegiatan organisasi di Universitas tidak bisa disamakan dengan kegiatan sekolah menengah, mulai dari struktur organisasi, program kerja dan kegiatan OKUP lainnya menuntut tanggung jawab yang lebih besar.

Namun, beberapa kegiatan terkadang membebani mahasiswa itu sendiri. Banyaknya tugas kuliah menjadi alasan paling dominan yang dirasakan oleh mahasiswa. Tidak sulit untuk mengatur waktu, yang sulit adalah bagaimana kita memperoritaskan hal yang lebih penting misalnya tugas kuliah. Kembali lagi kepada apa tujuan mahasiswa itu sendiri untuk kuliah. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi pertimbangan mahasiswa untuk bergabung dengan OKUP.

Pengadaan sistem poin menjadi pemicu tingkat keikutsertaan mahasiswa dalam OKUP. Hal ini bisa dikatakan cukup berhasil. Disamping mengumpulkan poin untuk syarat kelulusan, kegiatan OKUP membantu mahasiswa untuk mengatur diri sendiri. Mahasiswa dituntut untuk memiliki jiwa tanggung jawab dan sosial yang lebih. Hal tersebut sangat berguna untuk digunakan dunia kerja nanti. Jadi secara tidak langsung, OKUP menjadi sarana mahasiswa untuk mengembangkan dan mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja yang real. (yus)

 

Opini ini diterbitkan di Parmagz Post Gulung edisi April 2016.