Jakarta, Parmagz – Kebudayaan Tiongkok sangat mempengaruhi kebudayaan yang ada di negara-negara Asia Timur. Negara-negara Asia Timur terdiri dari delapan negara, yaitu Tiongkok, Korea, Jepang, Taiwan, Hongkong, Macau, Mongolia dan Tibet. Jika kita lihat delapan negara ini memiliki kebudayaan yang sama sehingga memiliki ciri khas yang kuat. Kebudayaan Tiongkok meluas ke berbagai negara-negara Asia Timur, termasuk di negara Asia Tenggara, yaitu Vietnam. Selain itu penduduknya merupakan Ras Mongoloid dengan ciri-ciri mata sipit, kulit putih kekuningan, dan rambut yang hitam. Bahkan agak kesulitan untuk membedakan mana yang orang Tiongkok, Korea, Jepang, Taiwan, Hongkong, Macau, Mongolia, atau pun Tibet. Ada beberapa kebudayaan yang sama dari negara-negara Asia Timur ini, yaitu :

  1. Chopstick (Sumpit)

Jika di Indonesia sangat umum makan menggunakan tangan, beda halnya dengan negara-negara Asia Timur yang mayoritas menggunakan sumpit. Negara-negara yang dominan menggunakan sumpit yaitu Tiongkok, Jepang, Korea, dan Taiwan. Sumpit memiliki filosofi yang bermakna keadilan, ketidakserakahan, keharmonisan, keindahan, dan kebersamaan. Jadi penggunaan sumpit ini harus sepasang.

  1. Arsitektur Bangunan

Jika kita lihat bangunan di negara-negara Asia Timur memiliki gaya arsitektur yang sama. Dengan bentuk penataan geometris yang ketat, persegi panjang atau bujur sangkar dan dibangun sesuai dengan arah mata angin. Ciri khas arsitekturnya adalah penekanan pada artikulasi dan simetri bilateral yang berarti keseimbangan. Selain itu penggunaan warna yang khas yaitu warna primer, seperti merah, putih, kuning, biru, dan hitam yang dikaitkan dengan unsur alam seperti air, kayu, api, logam dan tanah.

  1. Budaya Bertani

Pada dasarnya pandangan orang Tiongkok selalu menganggap hanya ada satu unsur yang memiliki dua energi Yin dan Yang sekaligus, yaitu unsur tanah. Sehingga pada saat bersawah mengganggap bahwa sawah itu adalah “Yin” (wanita) yang bersifat menerima dan menyimpan serta bersifat “Yang” (laki-laki) yang bersifat memberi. Beda halnya di Korea, tradisi bersawah di Korea, yaitu para petani laki-laki pada saat bersawah mereka tidak akan mengenakan baju karena mereka menganggap hal itu dapat menyuburkan tanah itu sendiri. Mereka memiliki kepercayaan bahwa bumi itu adalah wanita. Sedangkan di Jepang, penanaman padi yang sukses membutuhkan kerja sama yang kuat dengan keluarga. Warga Jepang sangat menghargai makanan dengan tidak menyisakan satu butir nasi setelah makan.

  1. Bahasa

Tiongkok, Jepang, dan Korea hampir selalu menggunakan aksara Cina atau Hanzi dalam Bahasa Mandarin, Kanji dalam Bahasa Jepang, dan Hanja dalam Bahasa Korea. Negara yang menggunakan Aksara Cina sebagai aksara resminya adalah Tiongkok, Taiwan, dan Jepang. Korea Selatan semenjak kemerdekaannya, mereka tidak lagi menggunakan Aksara Cina lagi. Mereka membuat aksara sendiri.

Nah, itulah sekilas pengetahuan mengenai persamaan budaya di negara-negara Asia Timur. Mengetahui begitu kuatnya kebudayaan Tiongkok mempengaruhi kebudayaan di negara-negara Asia, sehingga menciptakan ciri khas yang sangat kuat. (dy)