Jakarta, Parmagz –– Suatu kebanggaan kembali diraih oleh mahasiswi Universitas Paramadina, kali ini datangnya dari Program Studi Desain Produk Industri. Pasalnya, beberapa produk desain karya mereka turut dipamerkan dalam eksibisi INDEX MOZAIK Indonesia 2017, bersaing dengan produk karya mahasiswa Universitas Trisakti dan Bina Nusantara, serta produk furniture dan desain interior nasional maupun internasional. INDEX MOZAIK Indonesia 2017 merupakan pameran furnitur, desain interior, hingga produk horeka (hotel, restoran, kafe) yang berlangsung selama empat hari, mulai dari Kamis (5/10) hingga Minggu (8/10) di Jakarta Convention Center. Pameran ini diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya oleh DMG Events, Nine Events, dan Tarsus, dengan mengundang lebih dari 150 brand lokal maupun mancanegara.

Vani bersama kursi “Tufa Natu”. (Foto: Laili Muttamimah)

Vani Fatwa Fachriani (DPI 2014), salah satu mahasiswi yang karyanya terpampang di INDEX MOZAIK Indonesia 2017, mengaku senang karena ini menjadi pengalaman pertama baginya untuk memperkenalkan produk buatannya di pameran berskala internasional. Produk yang ia buat adalah sebuah kursi kerja bernama Tufa Natu yang didesain menggunakan lapisan bahan berpola leopard berwarna hijau. Kursi Tufa Natu sendiri memiliki series yang dibuat berdasarkan jabatan pekerja, mulai dari direktur hingga karyawan.

“Kursi ini saya buat dengan mengangkat tema feminin dan nature. Kata “Tufa” diambil dari dua huruf ‘F’, yaitu fun dan feminin. Sedangkan “Natu” diambil dari kata ‘Nature’. Proses pembuatannya sendiri dari mulai mendesain sampai jadi produk nyata kurang lebih dua bulan. Ide awalnya, saya ingin membuat kursi yang nyentrik yang jarang ada di pasaran. Kursi Tufa Natu sendiri cocok untuk dipakai di area kerja seperti co-working space yang nuansanya nggak terlalu kaku,” jelas Vani.

Vani menambahkan, proses produksi kursi Tufa Natu memakan waktu kurang dari satu minggu. Dalam pembuatannya, Vani mendapat bimbingan dari para dosen Program Studi Desain Produk Industri dan bantuan dari PT. Mandegani Nandhangi Ardhi.

Kursi “Modernic” karya Ida Lailatul. (Foto: Laili Muttamimah)

Tak hanya karya Vani, ada dua karya lain milik mahasiswi Desain Produk Industri Universitas Paramadina, yakni Modernic karya Ida Lailatul dan series Him & Her karya Ghina Fajar. Modernic juga merupakan kursi kantor yang dibuat dengan mengangkat tema modern nature, sedangkan Him & Her merupakan sepasang kursi kantor yang didesain sesuai gender.

Gilang dan Vani di depan kursi “Him & Her” karya Ghina Fajar. (Foto: Istimewa)

Gilang Cempaka, M.Ds selaku Dekan Fakultas Ilmu Rekayasa mengaku karya mahasiswi Universitas Paramadina memiliki kualitas yang baik seperti yang diproduksi oleh pabrik, baik itu secara material dan teknik pembuatannya.

“Karya mahasiswa dan mahasiswi Desain Produk Industri sudah bagus dan siap diproduksi secara massal. Untuk ke depannya, tentunya harus memperbaiki banyak aspek, salah satunya mutu, baik itu mutu fasilitas hingga kurikulum yang update untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan. Selain itu, kita juga harus meningkatkan kerjasama dengan berbagai institusi agar mahasiswa langsung bersentuhan dengan industri,” tutur Gilang.

Menurut Gilang, keaktifan dosen dan mahasiswa juga dapat meningkatkan mutu produk ke depannya, yaitu dengan dosen yang tak pernah bosan belajar dan meneliti, juga mahasiswa yang berani unjuk gigi menampilkan karya mereka di pameran. Gilang berharap, karya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Paramadina akan semakin berkualitas dan dikenal oleh masyarakat. (lm)