Jakarta, Parmagz – Grha Mahardika Paramadina 2017 memasuki hari kedua. Terlihat para peserta GMP 2017 menggenakan kaos polo dan celana jins gelap. Para peserta terlihat lebih semangat dan antusias mengikuti agenda GMP hari ini, terdengar dari suara setiap kelompok yang sangat kompak menyuarakan yel-yel mereka masing-masing di Lapangan Basket Universitas Paramadina. Agenda GMP hari ini diawali dengan adanya talkshow yang bertema “Kemahasiswaan” oleh Ai Nurhidayat ( Alumni & Sekjend SEMA 2010 ) dan Tsamara Amany (Mahasiswi Ikom 2014 & Founder Perempuan Politik) sebagai pembicara, serta Ravi Septrian (Ikom 2013) sebagai moderator.

Talkshow “Kemahasiswaan” oleh Ai Nurhidayat dan Tsamara Amany. (Foto: Febizio Refarian)

Di dalam talkshow, Ai bercerita tentang mengapa dia memilih Universitas Paramadina sebagai kampus pilihannya. “Dulu saya baca koran, di koran itu ada pengumuman Beasiswa Paramadina Fellowship, yang mana pada saat itu baru angkatan pertama, lalu saya daftar dan keterima. Tapi sebelumnya motif awal sebelum saya keterima di Paramadina, ada ide besar yang ditawarkan oleh Alm. Nurcholis Madjid. Saya membaca buku Cak Nur setahun sebelum saya masuk Paramadina judulnya Islam Doktrin & Peradaban.” ujar Ai. Ia juga memberi saran kepada para peserta GMP untuk mulai banyak bertanya dan mulai peka terhadap lingkungan sekitar agar pikirannya terbuka dan menjadi mahasiswa yang kritis.

Sementara itu, Tsamara juga berbagi cerita tentang mengapa dia memilih Paramadina, alasan dia memilih Paramadina adalah karena pada awalnya ada satu figur yang besar di Paramadina yang membuat ia memilih Paramadina. Namun tetapi ketika ia sudah masuk Paramadina, ternyata Paramadina lebih besar dari pada satu figur saja.

“Kalau misalkan kita lihat keluar, tentu banyak juga figur–figur yang lebih hebat dari Paramadina. Tapi ketika kalian masuk, kalian akan menemukan nilai-nilai Cak Nur yang luar biasa di kampus ini, jadi kampus ini ya lahir karena peran pemikiran pemikiran hebat seorang guru bangsa bernama Nurcholis Madjid.” ujarnya.

Menurut Husein Alatas (Ikom 2014) sebagai ketua pelaksana GMP 2017, diadakannya talkshow bertema kemahasiswaan ini bertujuan untuk menyadarkan dan membukakan mata mahasiswa baru bahwa betapa pentingnya kesadaran menjadi mahasiswa. Dan tentu saja ingin mengingatkan bahwa mereka sudah menyandang status mahasiswa, dimana status ini bukan main-main.

“Status mahasiswa adalah status sebagai agen perubahan, dimana masa depan bangsa ini dititipkan tanggung jawabnya kepada mereka sekarang bukan kepada orang-orang tua lagi. Tapi kalau mereka tidak sadar maka status ini akan percuma, Karena dengan tidaknya menyadari betapa pentingnya status ini, maka tidak akan ada perubahan yang mereka coba untuk lakukan.” jelas Husein.

Setelah talkshow kemahasiswaan selesai, dilanjutkan dengan talkshow ke-2 yang bertemakan “Budaya Paramadina”. Talkshow ini dimoderatori oleh Iqbal Febri Ramadhan (HI 2014) serta Dr. A.G Eka Wenats (Dosen Paramadina), Kevin Stefanus (HI 2013), dan Rifai (Teknisi Paramadina) sebagai pembicara. Tak lama setelah itu, dilanjutkan dengan perkenalan sistem SEMA dan DPO, dimana semua Dewan SEMA dan DPO maju ke depan panggung dan menjelaskan fungsi serta tanggung jawabnya.

Outdoor games GMP 2017. (Foto: Febizio Refarian)

Lalu agenda diakhiri dengan adanya outdoor games, dimana para peserta akan memainkan beberapa permainan yang sudah disediakan oleh panitia sebelumnya dan peserta terlihat sangat antusias mengikuti agenda outdoor games ini. Agenda GMP hari ke-2 ini dinilai sangat menyenangkan dibandingkan dengan GMP hari pertama. Terlihat dari para peserta yang sudah mulai akrab dengan temannya dan tentu saja karena ada agenda outdoor games.

“GMP hari ini seru sih ada game-nya, kemarin kan GMP pertama duduknya dibangkukan, nah hari ini duduknya di karpet gitu. Agak pegel memang, tapi nyaman aja soalnya tidak pakai rok jadi agak santai. Acara talkshow-nya juga seru, bermanfaat juga dan bisa menambah wawasan soal Paramadina, budayanya, prodi yang kita pilih dan tadi juga ada dari pembicara pembicara yang keren banget bawain talkshow-nya.” komentar Deborah (HI 2017, Peserta GMP). (ZIO)