Jakarta, Parmagz – Setiap tahunnya, Himpunan Mahasiswa  Hubungan Internasional (HIMAHI) Paramadina mengadakan acara “Ekspedisi HIMAHI”. Acara ini adalah bentuk nyata mahasiswa HI dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga, yakni Pengabdian. Program ini berada di bawah naungan Divisi Pengabdian HIMAHI Paramadina, yang mana mengajak mahasiswa untuk terjun langsung mengabdi ke masyarakat.  Tahun ini, pelaksanaan Ekspedisi HIMAHI berlokasi di Desa Babakan Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, pada tanggal 7 hingga 10 September 2017.

(Foto: Istimewa)

Tema Ekspedisi yang diangkat tahun ini adalah “Buka Bukumu, Raihlah Cita – citamu”. Berdasarkan data dari UNICEF tahun 2016, minat baca pada penduduk masih rendah. Itu mengapa, HIMAHI memutuskan untuk memilih tema tersebut. Dalam pelaksanaannya, Ekspedisi memiliki dua program utama, yaitu melakukan pengabdian masyarakat dalam segi edukasi, memberikan donasi  berupa buku dan rak buku, serta mendirikan taman bermain di wilayah Taman Baca Masyarakat Yayasan Bening Saguling. Para peserta yang mengikuti program ini yakni siswa-siswi kelas 4 dari SDN Babakan Cianjur 1.

Selama 4 hari pelaksanaan Ekspedisi, HIMAHI menjalankan beberapa rangkaian kegiatan untuk seluruh peserta. Ada Bedah Ensiklopedia, pemberian materi mengenai pentingnya membaca demi mencapai cita-cita, pemutaran film yang betajuk jangan takut untuk bermimpi, selain itu ada beberapa games yang berkaitan dengan tema, yaitu membaca dan menggapai mimpi. Selan HIMAHI, dosen prodi HI turut serta dalam kegiatan tersebut, yakni Tatok dan Emil. Para dosen ini hadir mengisi materi kepada para peserta dan masyarakat Desa Babakan.

(Foto: Istimewa)

“Momen paling berkesan menurut saya yaitu bagaimana kami sebagai mahasiswa juga panitia pelaksana yang merupakan orang kota, mencoba membaur dalam kehidupan yang bernuansa desa selama 4 hari. Karena, menurut saya dalam pelaksanaan Ekspedisi ini, bukan hanya peserta saja yang mendapatkan pengetahuan, tapi kita juga mendapatkan life lesson yang penting,” Rully Ramli (HI 2014) selaku Ketua Pelaksana Ekspedisi 2017.

Di samping itu, menurut Rully, tidak ada perbedaan yang terlalu drastis antara pelaksanaan Ekspedisi di tahun ini dengan tahun sebelumnya. Selain melakukan pengabdian berupa program edukasi dan memberikan donasi kepada masyarakat yang bersifat jangka panjang, Ekspedisi memilih tempat pelaksaan yang berbeda, dari yang sebelumnya di kawasan pesisir, kali ini berganti ke kawasan pegunungan. (af)