Jakarta, Parmagz – Senin (19/03) para kandidat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina tahun 2018, Nasarullah Hamid dari angkatan 2015, Iqbal Febry Ramadhan 2014 dan Ahmad Furqon Latumakulita angkatan 2014 –ketiganya sama-sama dari program studi Hubungan Internasional— bertarung pendapat dalam acara “Tanya Calon Sekjen”. Acara ini dimoderatori oleh Ibnu Chaerul yang juga dari Hubungan Internasional angkatan 2014. Bertempat di Aula Nurcholis Madjid Universitas Paramadina. Acara Debat ini juga menghadirkan Ade Irawan, mantan Sekjen SEMA periode 2014 dan Raisuz Zaman Sekjen SEMA periode tahun lalu.

Sebelum mulai debat, ketiga calon Sekjen diberikan waktu masing-masing selama tiga setengah menit untuk memaparkan visi dan misi mereka. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat tentang program kerja ketiga kandidat dalam satu tahun kepemimpinan mereka ke depan.

“Mengingat periode ini akan sangat pendek, maka saya akan fokus untuk menyiapkan dan menguatkan sistem organisasi kita dengan membuat modul kaderisasi dan mengadakan suatu acara diskusi bersama mahasiswa Paramadina dan mahasiswa luar untuk menghasilkan kajian akademis sebagai rujukan saran kepada instansi terkait,” papar Furqon.

Berbeda dengan Furqon, Iqbal menyatakan diri akan berusaha untuk membentuk sebuah koperasi Organisasi Kemahasiswaan Universitas Paramadina (OKUP) untuk membantu OKUP dalam hal pendanaan kegiatan, dan berupaya untuk membangun kebanggaan terhadap para ketua OKUP dan para dewan SEMA dalam berorganisasi, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi mahasiswa yang belum tertarik berorganisasi untuk gabung. Iqbal juga mencanangkan program “Mahasiswa Bertanya dan Rektorat Menjawab”.

“Dalam posisi ini, SEMA memiliki posisi tawar yang cukup baik dan memiliki semacam krebabilitas untuk bisa mengkritisi kebijakan-kebijakan kampus,” jelas Iqbal lebih jauh.

Nawa, sapaan akrab Nasarullah Hamid mengungkapkan harapan besarnya untuk menyatukan rasa kekeluargaan yang ada di Universitas Paramadina dengan mengadakan buka puasa bersama seluruh civitas akademika Universitas Paramadina. Kemudian ia juga berupaya untuk mengadakan kembali agenda Paramasuara yang sudah lama mandeg, serta membuat wahana aspirasi daring (online) untuk  mengedepankan fungsi advokasi SEMA.

Acara debat ini berjalan datar-datar saja, adu gagasan para kandidat tidak sampai memanas, sekaligus jauh dari susana canda tawa. Hak pilih para calon ini akan diberikan kepada tiga orang dari masing-masing OKUP, yaitu Dewan Pimpinan Okup (DPO) tahun lalu, DPO baru dan delegasi kongres. Pemilihan akan diadakan pada Jumat, 23 Maret 2018 besok. (tti/mfa)