Jakarta, Parmagz – Dalam rangka Hari Ulang Tahun yang ke 34, Perpustakaan UI bekerjasama dengan Noura Books Publishing menggelar acara Book Talk & Launching yang berjudul “30 Paspor The Peacekeepers’ Journey” yang berlangsung di Aula Terapung Perpustakaan UI, Depok. Buku yang ditulis oleh J. S. Kheiran ini menceritakan sebuah kisah dimana anak-anak yang masih muda kehilangan arah dengan tujuannya merajut perdamaian. Isi buku ini terdapat berbagai petualangan yang seru, seperti dikejar-kejar oleh orang asing, kehilangan koper, bahkan salah seorang mahasiswa yang hampir dirampok.

Di sesi awal, Rhenald Kasali salah satu Praktisi Bisnis yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Bidang Ilmu Manajemen ini menyampaikan kata sambutannya yang berkaitan tentang petualangan dalam peluncuran buku tersebut, “Sebagian besar kita harus mempunyai keberanian dalam berpetualang dengan cara menelusuri jalan yang sama dari hari ke hari. Dan kita harus menciptakan hal yang baru terhadap manusia yang terperangkap dari zona nyaman masing-masing, yaitu bersenang-senang mengarungi jalan yang sama bahkan berlibur ke tempat yang sama. Salah satunya adalah kita harus mencari orang yang bisa menjelajahi berbagai tempat yang akan dituju dan memikirkan segala sesuatu yang harus dihadapi, yaitu dengan melakukan negosiasi kepada keluarga tercinta,” terang Rhenald saat memberikan sambutannya di acara Book Talk & Launching: 30 Paspor The Peacekeepers’ Journey, Kamis (23/3).

(Foto: Yuriansyah Z)

(Foto: Yuriansyah Zulkarnain)

Acara peluncuran buku ini yang dihadiri oleh beberapa peserta acara baik Dekan, Ketua Prodi, Dosen, maupun mahasiswa yang ikut terlibat dalam peluncuran buku tersebut, serta dilakukannya peresmian tanda tangan buku “30 Paspor The Peacekeepers Journey” oleh Rhenald Kasali dan juga J. S. Kheiran. Berbagai tanggapan masyarakat mengenai buku tersebut salah satunya ialah seorang mahasiswi bernama Rista Hutammy Tularbi, “Pokoknya buku yang saya baca sangat inspiratif dan memberikan motivasi khususnya bagi kalangan anak muda untuk membentuk diri menjadi seorang driver, bukan orang bermental passenger,” ujar Rista.

Sementara itu, Afriyanti Hasanah salah satu dosen Akuntansi di salah satu Universitas terkemuka di Indonesia ini mengaku senang membaca buku “30 Paspor The Peacekeepers Journey” ini saat mengurusi sebuah tesis di Taiwan, “Ingat pas membaca buku ini sewaktu sedang sibuk-sibuknya mengurusi tesis di Taiwan. Dan buku ini sukses bikin lebih fresh di tengah hiruk- pikuknya perang batin untuk segala menyelesaikan tesis dan pulang ke Indonesia. Bagi saya pribadi, getting lost in the right detection adalah hal yang paling seru dalam sebuah perjalanan. Apalagi di negara dan lingkungan baru yang belum pernah kita jamah sebelumnya. Membaca buku ini, seperti hanyut dalam kisah berbeda masing-masing mahasiswa di negara yang berbeda pula,” ujar Afriyanti. (yz)